Heboh Ratusan Perempuan Antre demi baju Rp 50 Ribu di Yhoophii Shop, Polisi Sampai Turun Tangan

Polisi sampai turun tangan mengatur kehebohan garage sale yang digelar Yhoophii Shop. Bahkan sempat ada perempuan calon pembeli yang pingsan

Heboh Ratusan Perempuan Antre demi baju Rp 50 Ribu di Yhoophii Shop, Polisi Sampai Turun Tangan
MELISSA/TRIBUNSUMSEL.COM
Polisi sampai turun tangan mengatur kehebohan garage sale yang digelar Yhoophii Shop. Bahkan sebelumnya sempat ada perempuan calon pembeli yang pingsan 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Polisi sampai turun tangan mengatur kehebohan garage sale yang digelar Yhoophii Shop.

Bahkan sebelumnya sempat ada perempuan calon pembeli yang pingsan dan terinjak.

"Antri, batas ini (menunjuk keramik toko) langsung masuk yang lain yang di luar ini jangan dorong-dorong," ujar anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan 20 Ilir D3 Kecamatan Ilir Timur 1 Palembang, Rino AR menertibkan antrian di depan Yhoophii Shop, Kamboja.

Sekitar ratusan wanita ini rela antri berjam-jam hanya untuk membeli baju dengan harga Rp50 ribu di Yhoophii Shop, harga ini berlaku untuk semua baju yang dijual di toko khusus yang menjual baju wanita ini.

Antrian panjang yang sudah mulai dari pukul 09.00 hingga sekarang pukul 16.00 ini bahkan membuat Bhabinkamtibmas kewalahan namun walaupun begitu pihak Bhabinkamtibmas mengatur antrian ini dengan lelucon sehingga yang mengantri tidak merasa marah atau mengamuk.

"Kami sudah dari pagi di sini (Yhoopii Shop), antrian terus bertambah tapi alhamdulillah mereka yang antri ini mau diatur. Kami juga berinisiatif ke sini karena pihak toko bel izin atau memberitahu kalau ada promo besar-besaran seperti ini," katanya.

Dia juga mengatakan pihak toko Yhoophii belum memberitahu pihak Bhabinkamtibmas Kelurahan 20 Ilir D3 Kecamatan Ilir Timur 1 Palembang adanya promo ini sehingga kemacetan terjadi di depan toko dan menganggu pengguna jalan yang lewat.

"Insya Allah akan kami panggil pemilik tokonya, kami juga akan koordinasi dengan Kapolsek IT 1 untuk kedepannya biar jangan seperti ini lagi minimal ada pemberitahuan supaya bisa memberikan pemberitahuan kepada pihak berwajib," katanya.

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved