Berita Palembang

Membuat Transaksi Fiktif Jutaan Rupiah, Mantan Karyawan Alfamart Dilaporkan ke Polresta Palembang

Noprianto merupakan mantan karyawan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) yang diduga membuat transaksi fiktif senilai Rp 7,5 juta

Penulis: Lusi Faradila | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Lusi Faradila
Juneri (baju putih) saat membuat laporan penggelapan mantan karyawan Alfamart di SPKT Polresta Palembang, Rabu (27/3/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Juneri (30 tahun), Koordiantor Area Alfamart cabang Sei Rambang melaporkan Noprianto (21 tahun), warga Jalam Raya Komering, Seri Tanjung, OKI ke Polresta Palembang, Rabu (27/3/2019).

Noprianto merupakan mantan karyawan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) yang diduga membuat transaksi fiktif senilai Rp 7,5 juta.

Juneri, warga Tanjung Seteko Indralaya Ogan Ilir datang dengan membawa barang bukti berupa fotokopi surat kuasa dan rekening koran.

Kepada petugas, Juneri menuturkan bahwa mantan karyawannya ini sudah melakukan transaksi fiktif sejak Januari hingga Februari.

Cara Daftar dan Aktivasi BCA Mobile Melalui ATM dan Kantor Cabang BCA, Ini Syarat yang Harus Dibawa

OPINI Andika Pranata Jaya : Mencegah Makelar Kursi Legislatif Pemilu 2019

"Dia sudah bekerja sebagai kasir di Alfamart tersebut sudah hampir satu tahun. Namun ia mulai bermasalah ini sejak awal tahun tadi sejak Januari lalu tepatnya," kata Juneri.

Lebih lanjut ia mengatakan, Noprianto melakukan penggelapan secara non tunai dengan transaksi debit di mesin EDC BCA.

Ia melakukan penggesekan sesuai dengan pembelanjaan di mesin EDC namun saat menginput data di komputer nominalnya dibesarkan.

"Misalnya transaksi debit di EDC senilai Rp 100 ribu namun saat ia menginput data di kasir komputernya dibesarkan jadi Rp 200 ribu," jelasnya.

Kejadian itu juga dilakukan berulang kali oleh Noprianto, lebih kurang selama 1 bulan 3 hari hingga akhirnya ia di pecat dan dilaporkan.

Harga Karet Sempat Naik, Kini Petani di Ogan Ilir Kecewa Harga Turun Drastis

Pendeta Ambarita : Kami Sudah Menyerahkan Kepada Pihak Berwajib, Pembunuhan Melinda Zindemi

"Kalau berdasarkan penuturannya, ia mengaku melakukan hal tersebut karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya karena ia merupakan anak kos," bebernya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, melalui Kasubag Humas Polresta Palembang AKP Andi Haryadi membenarkan adanya laporan korban tentang penggelapan dalam pekerjaan.

"Benar adanya laporan dari korban dengan menyertakan barang bukti foto copy surat kuasa, rekening koran dan surat lamaran kerja terlapor dan selanjutnya akan segera ditindak lanjuti," jelasnya.

Apabila terbukti bersalah, terlapor akan dijerat pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved