Wanita di Palembang Ini Dianiaya Sampai Dua Giginya Patah, Perkara Tak Beli Sepatu Dagangan Tetangga

Sindi (23) warga lorong Hidayah kelurahan 5 ulu Kecamatan SU I nekat menganiaya tetangganya sendiri Maryati (35) karena tidak ingin membeli sepatu

Wanita di Palembang Ini Dianiaya Sampai Dua Giginya Patah, Perkara Tak Beli Sepatu Dagangan Tetangga
NET
Ilustrasi perempuan bekelahi di Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sindi (23) warga lorong Hidayah kelurahan 5 ulu Kecamatan SU I nekat menganiaya tetangganya sendiri Maryati (35) karena tidak ingin membeli sepatu yang dijualnya.

Akibat penganiayaan tersebut, Maryati mengalami patah 2 gigi di bagian atas, luka memar di bagian kepala dan sakit di bagian mata.

Tak terima dengan apa yang dialaminya, ditemani keluarganya warga jalan Hidayah Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU I ini membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisiam Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Kepada petugas, Maryati mengatakan kejaidan tersebut terjadi pada Selasa (12/3) di depan rumahnya sekitar jam 13.00 siang.

5 Tempat Cuci Sepatu di Palembang Paling Recomended Versi Tribunsumsel.com, Alamat dan Tarifnya

BREAKING NEWS, Pohon Tumbang Hancurkan Warung Sulistiawati di KM 7 Palembang, Semuanya Hancur

Awalnya Sindi datang dengan maksud menjual sepatu kepadanya. Namun terlapor meminta uang nya terlebih dahulu.

"Dia jual Rp. 70 ribu tapi mau minta uangnya sekarang. Saya mau lihat barangnya dulu seperti apa, kan seharusnya gitu, tapi dia tetap ngotot mau uangnya dulu," katanya.

Sindi lantas kesal terhadap Maryatin karena tak kunjung memberikan uang yang dimaksud langsung marah-marah sambil menjambak sambil memukul wajah dan dada korban.

"Saya tidak seimbang saat di jambak dan dipukul sama dia kemudian saya terjatuh di depan dia," katanya.

Saat korban terjatuh, terlapor kembali melakukan penganiaayan terhadap korban dengan memukuli berkali-kali sampai sampai direlai oleh suami korban.

"Untung saat itu suami saya dengar ada ribut-ribut kemudian dia mencoba memisahkan kami berdua," katanya.

Usai melakukan pengobatan di RS dan membawa bukti visum, Maryati lantas membuat laporan dengan harapan laporannya dapat segera ditindak lanjuti.

Sementara itu KA SPK AKP Herry membenarkan adanya laporan korban tentang penganiayaan.

"Laporan sudah sudah kita terima dan akan segera ditindak lanjuti. Akibat penganiayaan ini korban mengalami patah 2 gigi bagian atas, dan memar," ujarnya.

Apabila terbukti bersalah, terlapor akan dikenakan pasal 351 tentang penganiayaan.

Penulis: Lusi Faradila
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved