Berita Lahat

Sengketa Lahan BKSDA dan Warga, Delapan Gajah di Merapi Lahat Dievakuasi Pakai Truk

Sengketa Lahan BKSDA II Lahat, dengan warga Desa Padang Baru, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, berimbas pada kehidupan gajah di sana

Sengketa Lahan BKSDA dan Warga, Delapan Gajah di Merapi Lahat Dievakuasi Pakai Truk
Istimewa/Sripo
Gajah yang selama ini berada di pusat pelatihan gajah BKSDA Wilayah II Lahat terpaksa dievakuasi pakai truk, Minggu (17/3/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT- Sengketa lahan antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) II Lahat, dengan warga Desa Padang Baru, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, berimbas pada kehidupan gajah di sana.

Delapan gajah yang selama ini berada di pusat pelatihan gajah BKSDA Wilayah II Lahat terpaksa di evakuasi.

Gajah gajah ini diungsikan agar lebih aman dan terjamin keselamatanya apalagi hingga kini sengketa saling klaim kepemilikan lahan belum kunjung selesai.

Kepala Seksi BKSDA wilayah II Lahat, Martialis Puspito KM SHut M.Si membenarkan adanya delapan gajah yang dievakuasi dari pusat pelatihan gajah yang terletak di Kecamatan Merapi Selatan.

Warga Klaim Pemilik Lahan 170 Hektare di Pusat Pelatihan Gajah Desa Padang Lahat

Ini Cara Pemkab Muba Halau Kawanan Gajah, Pakai Metode Green Belt

Gajah itu dipindahkan ke pusat pelatihan gajah, jalur 21 Desa Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin.

Dikatakanya, evakuasi gajah sudah dilakukan sejak Minggu (17/3/2019).

Gajah gajah tersebut diangkut menggunakan truk ke Banyuasin.

"Ya ada 10 gajah di lokasi tersebut. Delapan yang sudah dipindahkan tinggal dua gajah lagi. Rencananya semuanya akan dipindah sementara hingga permasalahan lahan yang sebelumnya terjadi tuntas, "terang Martialis, Selasa (19/3/2019).

Lebih lanjut dikatakanya selain permasalahan lahan dengan warga Desa Padang Baru, lanjut Martialis, juga karena empat gajah sempat sakit.

BPN Lubuklinggau Dapat Kuota 15 Ribu Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Ini Syaratnya

Pria di Palembang Disiram Air Keras (Cuka Para) dan Dibacok‎, Dendam Kesumat Kawan Lama

Kemudian terkait masalah klaim lahan oleh warga, membuat area aman gajah juga berkurang.

Sehingga perlu area yang cukup luas.

"Area aman saat ini sekitar 15-20 ha bagi gajah. Padahal area angon gajah setidaknya sekitar 20-50 ha. Juga karena saat ini lokasi belum aman bagi pawang dan pegawai BKSDA, jadi gajah dipindahkan sementara terlebih dahulu,"ujarnya.

Sementara itu, sengketa lahan terjadi di lokasi pusat pelatihan gajah. Warga dan pihak BKSDA saling klaim kepemilikan lahan. Hingga kini, sengeketa tersebut belum kunjung tuntas. (SP/ Ehdi Amin)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved