Penipuan Arisan Online di Palembang

Fakta Terbaru Bandar Arisan Online Kabur Bawa Rp 1 Miliar, Tipu Tetangga, Rumah Papan Di Atas Rawa

Fakta Terbaru Bandar Arisan Online Kabur Bawa Rp 1 Miliar, Tipu Tetangga, Rumah Papan Di Atas Rawa

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Fakta Terbaru Bandar Arisan Online Kabur Bawa Rp 1 Miliar, Tipu Tetangga, Rumah Papan Di Atas Rawa

Kasus penipuan arisan online di Palembang membuat heboh karena sang bandar lari membawa kabur uang anggota hingga Rp 1 miliar.

Tribunsumsel.com mendatangi rumah sang bandar di Jalan Pangeran Sido ing Lautan Lorong Panglong Tangga Buntung, Senin (11/3).

Sebanyak 62 orang korban penipuan Arisan online 'Amanah Palembang'

Berdasarkan keterangan warga sekitar, rumah tersebut adalah milik Siti Aisyah atau biasa disapa Iis.

Namun bila dilihat di Facebook yang digunakannya dalam menjalankan operasional arisan online, owner menggunakan nama Nabila Aina.

"Kami kenal namanya Iis, bukan yang lain,"ujar Ana, tetangga owner online Amanah Palembang.

 Tribunsumsel.com menemukan fakta baru dari kasus penipuan arisan online di Palembang.

Berikut fakta-fakta terbarunya:

1. Tetangga Sendiri Ikut Ditipu

Rupanya tempat tinggal Ana yang berjarak hanya satu rumah dari rumah Iis juga menjadi korban penipu arisan online yang dilakukan tetangganya tersebut.

Ana sendiri menolak untuk menyebutkan nominal pasti kerugian yang dialaminya.

Namun Ana mengatakan, bulan Oktober 2019 mendatang seharusnya dia mendapat giliran menerima uang arisan sebesar Rp.10 juta.

"Saya sakit hati karena kok bisa tega ya dia nipu saya juga. Padahal kita ini tetangga dekat rumah. Terus sakitnya lagi, beberapa hari sebelum pergi, saya sempat bayar arisan Rp.700 ribu ke dia," ujarnya.

"Saya juga ikut arisan itu karena kami ini kan tetangga. Jadi ya saya percaya saja sama dia. Tapi nggak taunya Iis tega nipu saya seperti ini," sambungnya.

Dikatakannya, Iis bersama suami satu dari dua anaknya telah pergi dari rumah sejak Rabu (6/3/2019).

Iis sendiri diketahui baru sekitar dua bulan tinggal di rumah tersebut.

Sebelumnya, Iis bersama keluarga kecilnya tinggal mengontrak di rumah milik kakak kandungnya yang tidak jauh dari tempat tinggalnya sekarang.

"Kami warga disini tidak tahu pastinya kapan dia pergi. Tapi yang jelas sejak hari Rabu rumah ini kosong. Dia pergi sama suami dan anaknya yang besar. Sedangkan anaknya yang masih kecil di tinggal sama kakak perempuannya,"ungkap dia.

Sehari-harinya, Iis dikenal sebagai ibu rumah tangga. Diketahui pula dari Ana, bahwa suami sudah sekitar 6 bulan belakangan ini tidak lagi bekerja.

"Pabrik tempat suaminya kerja bangkrut. Jadi sekitar setengah tahun ini dia nganggur,"ungkapnya.

Ana berharap agar Iis bisa segara ditemukan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Saya sampai ribut sama suami karena masalah ini. Pokoknya Iis harus tanggung jawab. Bagaimana caranya dia harus kembalikan uang saya,"tegasnya.

2. 62 Orang Tertipu Arisan

Sebelumnya, aksi penipuan dengan modus arisan online menipu 62 orang di Palembang.

Belasan ibu rumah tangga (IRT) kemudian mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang untuk membuat laporan penipuan arisan online ini, Minggu (10/3/2019).

Kepada petugas, Deby (33 tahun) warga jalan Naskah Kecamatan Sukarami Palembang ini melaporkan bandar arisan online SA (30 tahun), warga Tangga Buntung Palembang.

Lebih lanjut ia mengatakan, jumlah kerugian total dari 62 korban tersebut sebanyak Rp 1 miliar.

 

"Kalau saya nyetor ke dia itu setiap 10 hari. sekali kita menyetorkan Rp 700 ribu dan saya ikut mulai Januari 2019 lalu," ungkapnya.

Namun sejak awal mengikuti arisan online ini, hingga saat ini Deby tidak pernah merasakan uang arisan tersebut.

"Harusnya tanggal 7 Maret tadi saya narik, tapi sampai sekarang saya belum merasaka arisannya," katanya.

Bahkan, salah satu korban lainnya ada yang narik arisan namun hanya menerima 20 persen dari uang yang seharunya diterima.

"Kan harusnya teman saya ini dapatnya Rp 5 juta, tapi dia nerima cuma Rp 1 juta, alasannya karena yang lain ada nunggak gak bayar jadi uangnya belum terkumpul," ungkapnya

"Tapi anehnya di sosial media dia posting berada di hotel dan pamer emas, nah disitu kemungkinan uangnya dia pakai untuk beli emas hal ini saya lihat distatusnya," tambahnya.

 

Beberapa korban sudah pernah ke rumah SA namun kondisi rumah dalam keadaan sepi dak pintu rumah dalam keadaan terkunci.

"Nah pas Jumat, ada teman saya melihat dia bersama suaminya di kawasan km 14 naik motor, boncengan tapi saya tidak tahu ke mana," ujarnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Ka SPK AKP Herry membenarkan, adanya laporan korban.

"Benar sekitar belasan orang telah datang atas laporan penipuan arisan online, tapi alat bukti laporan yang mereka bawa belum lengkap dan masih akan melengkapi bukti laporan terlebih dahulu," urainya.

 

 

3. Sang Ibu Bandar yang Kabur Sakit

Penipuan dengan modus arisan online yang dilakukan Siti Aisyah alias Nabila Aina alias Iis tidak hanya berdampak pada puluhan korbannya saja, namun juga berdampak pada ibunya.

Sang ibu dari bandar yang kabur dengan uang Rp 1 miliar ini kini tengah jatuh sakit akibat ulah anak kandungnya tersebut.

Saat Tribunsumsel.com menyambangi rumahnya, perempuan yang kerap disapa Cek Ibah itu, terlihat tengah tertidur lelap di lantai ruang depan rumahnya yang juga dijadikan sebagai warung sembako kecil-kecilan, Senin (11/3/2019).

Rumah Cek Ibah hanya berjarak sekitar 50 meter dari kediaman Iis, anak kandungnya yang juga sekaligus owner arisan online Amanah Palembang.

"Baru saja dia tidurnya. Tadi barusan minum obat karena dia lagi demam,"ujar salah seorang tetangga samping rumah Cek Ibah yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya kesehatan Cek Ibah mulai menurun sejak hampir setiap hari rumahnya selalu didatangi orang yang mengaku sebagai korban penipuan yang telah dilakukan Iis.

"Puncaknya beberapa hari lalu, banyak sekali yang datang kesini. Rombongan mereka datang dan minta ganti rugi sama Cek Ibah,"ujarnya.

Dia menyesalkan kenapa ada begitu banyak orang yang mendatangi rumah Cek Ibah untuk meminta pertanggungjawaban.

Sebab pelaku penipuan adalah Iis, sedangkan ibunya tidak tahu dengan apa yang dilakukan oleh anaknya tersebut.

"Walaupun jaraknya dekat, tapi rumah mereka berbeda. Dia (Iis) juga sudah punya keluarga sendiri. Ibunya tidak tahu apa saja yang dikerjakan orang itu. Kasihan Cek Inah kalau terus dikejar-kejar. Buktinya lihatkan, dia sakit,"ucapnya.

Keberadaan Iis sendiri hingga saat ini belum diketahui kejelasannya.

"Setahu saya, sejak menghilangkan Rabu kemarin dia belum pernah pulang kesini. Kami tidak tahu dia dimana,"ungkapnya.

4. Rumah Bandar Arisan Online di Atas Rawa Berpagar Seng

Tribunsumsel.com mendatangi rumah milik owner arisan online Amanah Palembang. Letaknya di Jalan Pangeran Sido ing Lautan Lorong Panglong Tangga Buntung. RUmah itu panggung di atas tanah rawa.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, rumah tersebut adalah milik Siti Aisyah atau biasa disapa Iis.

Namun bila dilihat di Facebook yang digunakannya dalam menjalankan operasional arisan online, owner menggunakan nama Nabila Aina.

"Kami kenal namanya Iis, bukan yang lain,"ujar Ana, tetangga owner online Amanah Palembang.

Rumah panggung berbahan dasar kayu milik Iis tampak terlihat sepi. Terdapat seng yang digunakan sebagai pagar pembatas pun tertutup rapat lengkap dengan rantai dan dikunci dengan menggunakan gembok.

Namun, masih terdapat jemuran milik keluarga Iis yang tergantung di balik seng pembatas rumah tersebut.

"Pasti dia perginya buru-buru, jadi ditinggalkannya saja baju itu," kata Ana dengan nada kesal.

Sebelumnya, aksi penipuan dengan modus arisan online menipu 62 orang di Palembang.

Belasan ibu rumah tangga (IRT) kemudian mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang untuk membuat laporan penipuan arisan online ini, Minggu (10/3/2019).

Kepada petugas, Deby (33 tahun) warga jalan Naskah Kecamatan Sukarami Palembang ini melaporkan bandar arisan online SA (30 tahun), warga Tangga Buntung Palembang.

Lebih lanjut ia mengatakan, jumlah kerugian total dari 62 korban tersebut sebanyak Rp 1 miliar.

 

"Kalau saya nyetor ke dia itu setiap 10 hari. sekali kita menyetorkan Rp 700 ribu dan saya ikut mulai Januari 2019 lalu," ungkapnya.

Namun sejak awal mengikuti arisan online ini, hingga saat ini Deby tidak pernah merasakan uang arisan tersebut.

"Harusnya tanggal 7 Maret tadi saya narik, tapi sampai sekarang saya belum merasaka arisannya," katanya.

Bahkan, salah satu korban lainnya ada yang narik arisan namun hanya menerima 20 persen dari uang yang seharunya diterima.

"Kan harusnya teman saya ini dapatnya Rp 5 juta, tapi dia nerima cuma Rp 1 juta, alasannya karena yang lain ada nunggak gak bayar jadi uangnya belum terkumpul," ungkapnya

"Tapi anehnya di sosial media dia posting berada di hotel dan pamer emas, nah disitu kemungkinan uangnya dia pakai untuk beli emas hal ini saya lihat distatusnya," tambahnya.

 

Beberapa korban sudah pernah ke rumah SA namun kondisi rumah dalam keadaan sepi dak pintu rumah dalam keadaan terkunci.

"Nah pas Jumat, ada teman saya melihat dia bersama suaminya di kawasan km 14 naik motor, boncengan tapi saya tidak tahu ke mana," ujarnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Ka SPK AKP Herry membenarkan, adanya laporan korban.

"Benar sekitar belasan orang telah datang atas laporan penipuan arisan online, tapi alat bukti laporan yang mereka bawa belum lengkap dan masih akan melengkapi bukti laporan terlebih dahulu," urainya.

Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved