Sebulan Lagi, Khabib Nurmagomedov Bakal Jadi Juara Nonaktif Kelas Lighweight UFC
Status Khabib Nurmagomedov sebagai juara tak terbantahkan (undisputed) kelas ringan Lighweight UFC bakal dinonaktifkan pada tanggal 13 April 2019
Penulis: Prawira Maulana | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM - Status Khabib Nurmagomedov sebagai juara tak terbantahkan (undisputed) kelas ringan Lighweight UFC bakal dinonaktifkan pada tanggal 13 April 2019 mendatang. Pasalnya di hari itu akan digelar laga perebutan gelar juara interim atau juara sementara kelas lighweight antara Max Halloway melawan Dustin Poirier.
Seperti diketahui, ikhwal penonaktifan Khabib Nurmagomedov sebagai pemegang gelar juara tak terbantahkan ini terjadi karena Khabib Nurmagomedov mendapatkan sanksi larangan bertanding selama 9 bulan.
Kebijakan UFC tidak bisa membiarkan seorang pemegang gelar juara tak terbantahkan vakum dalam pertandingan. Sang juara seperti Khabib Nurmagomedov harus menghadapi para penantang yang ingin menjajalnya.
Tapi karena sanksi buntut dari kericuhan dengan Cornor McGregor 6 Oktober 2018 lalu itu, Khabib Nurmagomedov tak bisa bertanding. Maka akhirnya dibuatlah laga perebutan gelar yang tak melibatkan dirinya, dengan judul juara interim atau juara sementara.
• Khabib Nurmagomedov Senang Kamaru Usman Petarung Muslim Juara Dunia Kelas Welterwight UFC
• Khabib Nurmagomedov Senang Kamaru Usman Petarung Muslim Juara Dunia Kelas Welterwight UFC
Nantinya di kelas Lighwaeigt UFC ini ada dua pemegang sabuk juara, yang pertama Khabib Nurmagomedov sebagai juara non aktif, dan pemenang antara Max Halloway vs Dustin Poirier yang disebut juara interim.
Untuk jadi juara tak terbantahkan (undisputed) kembali maka Khabib Nurmagomedov harus menjajal sang juara interim Max Halloway atau Dustin Poirier.
Penetapan status interim dan penonaktifan ini sering terjadi di cabang olaharaga seperti tinju dan MMA. Ini terjadi karena sang juara bertahan saat itu tak bisa bertanding karena cidera atau sanksi.
Max Halloway dan Dustin Poirier sudah pernah bertanding sebelumnya. Ini bisa dibilang sebagai laga rematch.
Max Halloway naik kelas dari kelas bulu ke kelas ringan demi merebut juara interim kelas ringan. Padahal di kelas bula ia adalah juara.
Sebelum diputuskan berhadapan dengan Dustin Poirier, sebenarnya UFC sudah punya skenario untuk mepertemukan antara Max Halloway dengan Tony Ferguson. Sayang Tony Ferguson menolak laga juara interim itu karena ia bersikeras ia sudah pernah menjadi juara interim sebelumnya.
"Saya tak mau bertanding untuk gelar yang sudah saya rebut sebelumnya dan tak pernah direbut kembali dari saya," kata Tony Ferguson.
Memang Tony Ferguson sebelumnya adalah juara interim kelas ringan UFC. Saat itu yang dinonaktifkan adalah Conor McGregor yang lama tak bertanding.
Conor McGregor sebagai juara nonaktif saat itu tak bisa bertanding melawan juara interim karena padatnya jadwal. Alhasil Tony Ferguson sebagai juara interim dipertemukan dengan Khabib Nurmagomedov yang saat itu jadi penantang.
Tapi di hari-hari jelang pertandingan, Tony Ferguson malah yang tak bisa bertanding. Petarung dengan julukan El Cucu itu cidera parah pada pahannya.
Alhasil UFC berkeliling mencari pengganti Tony Ferguson. Semula didapatlah Max Halloway, namun kemudian dokter menyatakan Max Halloway kurang fit.
Pilihan akhir jatuh pada Iaquinta. Khabib Nurmagomedov saat itu mengalahkan Iaquinta dan sejak saat itu menjadi juara tak terbantahkan kelas ringan hingga akhirnya ia harus nonaktif karena sanksi.
Profil Khabib Nurmagomedov
Dari Makhachkala Dagestan, bagian dari Federasi Rusia, Khabib Abdulmanapovich Nurmagomedov dibesarkan.
Wilayah dengan populasi muslim 82 persen.
Makhachkala Dagestan terkenal sebagai tempat yang banyak melahirkan atlet beladiri khusus gulat, judo dan sambo.
Baca: Live Streaming UFC McGregor vs Khabib, Minggu 7 Oktober 2018 di Tv One, Duel Paling Ditunggu
Ayah Khabib adalah Abdulmanap Nurmagomedov seorang bekas tentara yang juga pelatih beladiri di Dagestan.
Hal umum di Dagestan, anak-anak di sana mulai mempelajari beladiri sejak kecil.
Khabib memulai sejak usia 6 tahun.
Mula-mula ia belajar judo lalu gulat sampai akhirnya sambo.
Khabib muda begitu banyak terlibat perkelahian jalanan di sana sebelum akhirnya memokuskan diri dan tenaganya ke kompetisi mix martial art.
Baca: Jadwal UFC Mc Gregor vs Khabib Nurmagomedov : Khabib Dikenal Sebagai Muslim yang Taat
Khabib lahir pada 20 September 1988.
Tempat kelahiran Khabib persisnya di sebuah desa bernama Slidi di Distrik Tsumadinsky bagian dari Dagestan.
Ini merupakan wilayah yang diapit oleh pegunungan.
Baca: Bertarung Pada UFC 229, McGregor Sesumbar Akan Buat Khabib Seperti Bobblehead
Tsumadinsky berarti elang dan dari situlah julukan The Eagle didapatnya.
Begitu banyak ahli beladiri dari puluhan disiplin ilmu lahir di desa ini.
Ia memulai laga resmi MMA perdanya pada tahun 2008.
Sejak saat itu Khabib tak terkalahkan sampai akhirnya merebut gelar juara UFC kelas lightweight (66-70 kg) dengan rekor 26-0.
Khabib terkenal berkharisma.
Sebagai juara, ia tak menjauhi kamera.
Baca: Prediksi Presiden UFC untuk Duel Conor McGregor Vs Khabib Nurmagomedov
Tapi ia tampil biasa saja dan tak over acting seperti banyak bintang MMA dan UFC lainnya.
Misalnya saja McGregor.
Segala macam ejekan dari lawan yang biasa keluar sebelum pertandingan tak merusak emosinya.
Ia tenang meski tetap mengintimidasi.
Aura intimidasi sebagai petarung tampak datang secara natural tanpa harus mengejek, membentak atau melecehkan lawan.
Selain dikenal berkharisma, Khabib dikenal sebagai muslim yang taat.
Selama Ramadhan tahun ini misalnya, ia pulang kampung ke Dagestan untuk khusuk menjalankan puasa sekaligus latihan.
Baca: Jelang Gelaran UFC 229, McGregor Banyak Keluarkan Kata-kata Sampah Pada Khabib
"Ia adalah role model di sini (Dagestan). Kami menghormatinya. Ia hormat pada orang yang lebih tua dan menghargai yang muda," kata seorang teman Khabib dalam wawancara yang bisa dilihat di video YouTube unggahan Anatomy Of Fighter edisi The Dagestan Chronicles.
Edisi The Dagestan Chronicles menampilkan sisi religius Khabib sebagai muslim.
Dalam video tampak bagaimana Khabib tetap latihan saat sedang menjalankan puasa.
Saat magrib datang ia berbuka sebentar dengan air putih lalu melanjutkan salat magrib berjamaah dan makan bersama.
Begitu juga saat sahur dan dilanjutkan dengan salat subuh berjamaah.
Kecerian Khabib dan keluarganya saat Idul Fitri juga ditampilkan.
Baca: Tensi Jelang Pertarungan McGregor vs Khabib Mulai Memanas, McGregor Sampai Hina Ayah Khabib
Sebagai generasi yang lebih muda, tampak Khabib sibuk mendatangi untuk bersilaturahmi dengan keluarganya yang lebih tua.
Mulai dari bibi dan pamannya sampai sepupu-sepupunya.
Menurut cerita, seluruh warga di Slidi, Tsumadinsky baik laki-laki perempuan sampai anak-anak tak tidur semalaman jelang Khabib bertanding.
Mereka menunggu dan berdoa bersama untuk kemenangan Khabib.
Doa orang-orang untuk kemenangannya sampai sejauh ini terkabul.
Khabib belum terkalahkan.
Khabib pun tak jumawa.
Setiap kali tangannya diangkat oleh wasit sebagai pemenang ia pun langsung bersujud syukur kepada Allah.
Setiap kali diwawancarai usai kemenangan, ia mengawalinya dengan kalimat alhamdulillah dan pujian bagi tuhan.
Ia juga selalu menunjuk jarinya ke langit dan bilang "Semua ini atas kuasa Allah. Saya bukan apa-apa."
Biodata
Khabib Abdulmanapovich Nurmagomedov
Julukan: The Eagle
Juara UFC Kelas Lightweight