Breaking News:

Galuh Adiwinata Artis Baru dari Prabumulih Suara Mirip Tompi, Single Ku Tak Ingin

Penyanyi pendatang baru tersebut yakni Galuh Adiwinata yang merupakan pemuda kelahiran Prabumulih, 27 Juni 2000 dan tinggal di Prabumulih

Penulis: Edison | Editor: Prawira Maulana
EDISON/TRIBUNSUMSEL.COM
Galuh Adiwinata 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Warga kota Prabumulih yang menjadi artis di bidang tarik suara kembali bertambah.

Setelah Rara LIDA, kali ini Blantika musik Indonesia kembali kedatabgan penyanyi pendatang baru dari kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan.

Penyanyi pendatang baru tersebut yakni Galuh Adiwinata yang merupakan pemuda kelahiran Prabumulih, 27 Juni 2000 dan tinggal di komplek Pertamina kota Prabumulih.

Di bawah naungan musik distribusi Stoodio Indonesia, Galuh Adiwinata melakukan peluncuran single perdananya berjudul "Ku Tak Ingin". Lagu bernuansa pop jazz akustik yang diberi judul tersebut diciptakan oleh Galuh sendiri untuk lirik dan nada bekerja sama dengan Harry Toledo untuk aransemennya yang diambil dari debut album Galuh yang berisi 7 lagu berjudul "18".

Harry Toledo yang menjadi music director album "18" itu sudah sangat dikenal di industri musik Indonesia dan juga internasional yang merupakan pemain bass dari band Cherokee. Harry Toledo sendiri merupakan musisi yang pernah bekerja sama dengan grup musik, musisi nasional dan internasional antara lain Ireng Maulana n' Friends, Cherokee, Bali Longe 1 & 2, Bob James, Phil Perry, Kenny Rankin, Harvey Mason, Jack Lee, Asia Beat, Incognito dan Akira Jimbo.

"Awalnya saya melihat bakat Galuh ini dari anggota IBF (Indonesian Bass Family) yang mengirim video langsung ke saya, sebenarnya itu kesalahan namun pada saat itu saya di bandara kena delay hingga 5 jam lalu saya lihat video Galuh menyanyi ternyata bagus sekali," ungkap Harry.

Harry Toledo mengatakan, setelah itu ia menelpon paman Galuh yakni Yudi yang merupakan anggota IBF menanyakan siapa nyanyi di video lalu dipanggil dan latih yang kemudian diorbitkan.

"Galuh itu memiliki suara khas seperti Tompi, saya ajak ke tempat saya dan setelah dilatih ternyata luar biasa bagus. Bahkan ia membuat sendiri lagu perdananya," kata Harry seraya mengatakan dirinya setiap hari ratusan bahkan ribuan penyanyi mengajukan video namun Galuh yang terpilih.

Sementara Galuh Adiwinata mengaku ia sangat berterimakasih diajak dan dilatih oleh musisi kelas dunia Harry Toledo yang akhirnya diorbitkan. Bahkan Galuh telah mempunyai banyak pengalaman tampil di berbagai acara dan event di Sumatera Selatan terutama di kota kelahirannya, Prabumulih. Bahkan terakhir dia bernyanyi disalah satu venue jazz terkemuka Motion Blue Jakarta.

"Saya tidak menyangka bisa seperti ini dan tentu kedepan saya akan fokus serta terus mengasah kemampuan sehingga dapat bertahan maupun eksis di blantika musik tanah air," ungkap pria yang mengidolakan penyanyi Kunto Aji dan John Mayer ini.

Sementara dalam peluncuran lagu dan album baru di gedung Patra Ria Pertamina, ratusan masyarakat kota Prabumulih meramaikan dengan mendatangi lokasi.

Para penggemar lagu akustik itu sendiri hadir menyaksikan kegiatan hingga acara selesai. Dalam peluncuran lagu baru itu, Galuh yang sedang menjalani pendidikan di BINUS University Jakarta jurusan Game Application and Technology itu menyanyikan sebanyak 11 lagu.(eds)

Galuh Adiwinata ketika tampil di Gedung Patra Ria Pertamina, Selasa (26/2/2019) malam.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved