Wisata dan Kuliner

Melihat Kampung Layang-layang di 29 Ilir Palembang, Hampir Setiap Rumah Produksi Layang-layang

Walikota Palembang, Harnojoyo mengaku senang dan sangat mengapresiasi kampung KB Layang-layang ini. Kampung ini menjadi kampung percontohan

Melihat Kampung Layang-layang di 29 Ilir Palembang, Hampir Setiap Rumah Produksi Layang-layang
Tribun Sumsel/ Sri Hidayatun
Warga kampung layang-layang di Jalan sungai tawar I kelurahan 29 ilir kecamatan ilir barat II Palembang. 

Walaupun layang-layang ini ada musimnya tapi produksi tetap jalan.

"Setahun kan dua kali musim layang-layang sekitar bulan Januari dan Juni. Tapi kita tetap produksi karena layang-layang ini juga tak ada basinya. Maksudnya awet disimpan sampai kapan saja," ungkap dia.

Untuk harga jual, dijual hanya Rp 1.000 per layang-layang.

"Yang beli banyak dari wilayah mana-mana saja di kota Palembang," ujarnya.

Namun diakuinya saat ini terkendala bambu yang saat ini sedikit agak sulit didapatkan.

Tiga Komoditi Andalan Sumsel Sawit Karet dan Kopi Kurang Menggembirakan

Minim Modal dan Tempat Usaha Kecil, Pria Ini Tak Hilang Akal, Ciptakan Bakso Gelas Agar Irit Biaya

"Ya, karena lagi musim layangan jadi agak sulit caru bambunya," ungkapnya.

Walikota Palembang, Harnojoyo mengaku senang dan sangat mengapresiasi kampung KB Layang-layang ini.

"Ini sudah menjadi kampung percontohan di kota Palembang dan Sumsel," jelas dia.

Dikatakannya, nantinya akan diagendakan untuk layang-layang ini agar dapat menarik wisatawan yang datang.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved