Suami Bunuh Istri Lalu Bunuh Diri

Seminggu Sebelum Tusuk Istri dan Bunuh Diri, Febrianto Sempat Minta Maaf Kepada Ibu Kandungnya 

Yustilah (60) ibu kandung Febrianto alias Ebit (39) mengaku lega dengan ditemukan jenazah anak keduanya tersebut, Selasa (12/2/2019)

Seminggu Sebelum Tusuk Istri dan Bunuh Diri, Febrianto Sempat Minta Maaf Kepada Ibu Kandungnya 
Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
Yustilah dan seluruh pihak keluarga Febrianto menangis di depan ruang forensik Rumah Sakit Bhayangkara,Selasa (12/2/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Yustilah (60) ibu kandung Febrianto alias Ebit (39) mengaku lega dengan ditemukan jenazah anak keduanya tersebut, Selasa (12/2/2019).

Saat ditemui Tribunsumsel.com di depan ruang forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, ibu empat anak ini mengaku selama berhari-hari merasa tidak tenang memikirkan keberadaan anaknya itu.

"Alhamdulillah, saya sudah lega. Walaupun dia (Ebit) ditemukan sudah meninggal, tapi saya sudah bisa tenang sekarang,"ujarnya.

Yustilah mengaku sangat tidak menyangka dengan perbuatan Ebit yang sampai hati menusuk istrinya hingga tewas lalu bunuh diri dengan cara melompat dari Jembatan Ogan Kertapati.

Beri Legalitas Guru PAUD di Sumsel, Herman Deru Kirim Surat ke Pemerintah Kabupaten/Kota

Ibu Febrianto Alias Ebit Terus Menangis, Sempat Minta Jenazah Anaknya Dibawa Pulang

"Karena anak itu tidak banyak tingkah, biasa saja orangnya dan sering bercanda. Jadi saya benar-benar tidak menyangka kalau dia sampai nekat seperti itu,"ungkapnya.

Hal yang semakin meninggalkan kesedihan dibenaknya adalah saat hari perayaan imlek beberapa minggu lalu, Ebit sempat datang ke rumahnya dan meminta maaf.

"Dia bilang mak minta maaf ya. Habis itu dia langsung pergi saja. Saya saja tidak sempat menoleh ke dia waktu itu,"ujarnya.

Yustilah mengaku sempat merasakan firasat buruk sebelum kejadiaan mengerikan yang terjadi pada anak dan menantunya tersebut.

Diduga Cemburu, Orang Tua Korban Malah Bilang Febrianto Bunuh Istri Karena Masalah Ekonomi

Tanggal Pernikahan Irish Bella-Ammar Zoni, Benarkah Bertepatan dengan Momen Bahagia ini ?

"Sehari sebelumnya saya merasa badan ini lemas. Tidak tahu kenapa, tapi jarang-jarang seperti itu. Ternyata pertanda akan ada kejadian ini,"ungkapnya dengan berlinang air mata.

Yustilah saat ini hanya bisa pasrah dan mengaku ihklas menerima kenyatan pahit tersebut.

Halaman
123
Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved