El Nino Landa Sumsel, Ayo Bertindak dari Sekarang Mencegah Karhutla dengan Semangat Bedulur

Sebagai Danrem, tentu himbauan ini penting, karhutla bukanlah problem satu pihak atau satu lembaga saja, harus bahu membahu menanggulanginya

El Nino Landa Sumsel, Ayo Bertindak dari Sekarang Mencegah Karhutla dengan Semangat Bedulur
Dokumentasi
Kebakaran hutan dan lahan di Musi Rawas Utara (Muratara) beberapa waktu lalu 

Melihat kekuatan yang dimiliki, kita optimis masalah karhutla bisa diselesaikan. Semua unsur terkait sudah paham sekali dengan ancaman karhutla, sudah tahu titik berbahayanya, mereka juga sudah punya program ke arah itu. Di sisi lain, Korem melalui jejaring Kodim dan Koramil, sudah punya berbagai desa binaan dan kelompok yang bisa diandalkan untuk menjaga wilayahnya. Beberapa lokasi malah sudah bisa dikatakan berhasil. Target kita ini diperluas dan diperbanyak cakupannya.

Semangat Bedulur
Data awal yang didapat, terdapat setidaknya ada 172 desa yang daerahnya potensial terjadi karhutla. Umumnya tersebar di beberapa kabupaten, terutama OKI, Banyuasin, sebagian Ogan Ilir dan Musi Banyuasin. Jumlah ini memang banyak, tetapi dengan kekuatan jejaring yang dimiliki, pengalaman yang ada, sumber daya yang dipunyai, di atas kertas sebenarnya bisa diatasi. Karena itu kita optimis tahun ini tak ada karhutla.

Kunci penting adalah komitmen, kemauan berpihak pada kepentingan masyarakat, dan menanamkan rasa serta sikap sedulur. Tanpa ini, capaian di atas kertas akan menjadi tidak ada apa-apanya. Rasa berdulur adalah filosofis masyarakat Sumsel, yang intinya adalah sikap peduli, saling jaga, saling bantu, saling keruani. Jika di desa tetangga terdapat titik api, sudah sepantasnya desa terdekat turut membantu. Andai di sebuah kebun ada masalah masyarakat yang sulit bertani, seharusnyalah perusahaan disekitarnya datang membantu. Itulah sederhananya berdulur.

Saat pemerintah setempat menggelontorkan programnya bagi pertanian masyarakat, maka semangatnya adalah memberdayakan, menguatkan, program berkelanjutan, khususnya pada masalah krusial di lapangan, yaitu karhutla. Ini berkaitan dengan semangat berdulur, bukan sekedarnya menuntaskan program anggaran.

Sebagai Danrem, tentu himbauan ini penting, karhutla bukanlah problem satu pihak atau satu lembaga saja. Bahu membahu dengan semangat berdulur harus dikembangkan. TNI biasanya selalu berada di garis depan saat karhutla terjadi, dan itu memang tanggungjawab. Tetapi mencegah jauh lebih baik daripada pontang panting saat tanggap darurat. Mulai saat ini, TNI akan melakukan kawalan dan monitoring terhadap seluruh program yang terkait pencegahan karhutla.

Kawalan utama adalah pada aktifitas jejaring Korem ke bawah agar selalu fokus, tetapi tak menutup kemungkinan jika ini bersinggungan pula dengan instansi lain. Bedulur adalah saling mengingatkan dengan satu semangat, tak ada lagi karhutla di Sumsel. Mari kita bertindak dari sekarang, mumpung hujan masih deras dan air masih banyak.(*)

Penulis: Lisma
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved