Berita Muratara

Tahun Lalu Peletakan Batu Pertama, Sekarang Lokasi Gardu Induk di Muratara Jadi Semak Belukar

Pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV di Desa Lubuk Rumbai Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kini terbengkalai

Tahun Lalu Peletakan Batu Pertama, Sekarang Lokasi Gardu Induk di Muratara Jadi Semak Belukar
Tribun Sumsel/ Farlin Addian
upati Muratara, HM Syarif Hidayat saat peletakan batu oertama oembangunan GI 150 kV di Desa Lubuk Rumbai Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Rabu 21 Februari 2018. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA-Pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV di Desa Lubuk Rumbai Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kini terbengkalai.

Peletakan batu pertama pembangunan GI dilakukan Rabu 21 Februari 2018 lalu.

Setelah itu pembangunan tidak dilanjutkan sehingga sampai saat ini lahan tersebut ditumbuhi semak belukar.

Peletakan batu pertama pembangunan GI dilakukan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumbagsel, Ir Dady Murihno, MBA bersama Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat.

Waktu peletakan batu pertama tersebut Ir Dady Murihno, MBA memperkirakan bahwa pembangunan GI 150 kV Muara Rupit Muratara diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp 200 miliar.

Lahan GI 150 kV di Desa Lubuk Rumbai Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara yang kembali jadi semak lantaran pembangunan GI tidak diteruskan usai peletakan batu pertama pada 21 Februari 2019 lalu.
Lahan GI 150 kV di Desa Lubuk Rumbai Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara yang kembali jadi semak lantaran pembangunan GI tidak diteruskan usai peletakan batu pertama pada 21 Februari 2019 lalu. (Tribun Sumsel/ Farlin Addian)

Untuk menyelesaikan pembangunan ini membutuhkan waktu lebih kurang selama 18 bulan dengan catatan tidak ada kendala dan gangguan yang berarti selama pengerjaan.

Namun pernyataan itu berbeda dengan realisasi dilapangan karena lahan yang telah dihibahkan untuk GI tidak dibangun hingga kembali jadi hutan.

Menanggapi itu Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat akan mengadakan rapat staff untuk membahas permasalahan GI yang tidak dibangun ini setelah peletakan batu pertama

Ilham Dibayar Rp 2 Juta Siram Orang dengan Cuka Para (Air Keras), Korban Luka Berat

Hasil Keluarga USU Medan vs Sriwijaya FC di Piala Indonesia : Terus Menyerang, Andes Bawa SFC Unggul

"Kami akan mengadakan rapat staff dan akan berangkat ke Lahat dan Palembang mempertanyakan kepada pihak PLN kenapa pembangunan GI mangkrak karena janjinya saat pidatonya saat peletakan batu pertama selesai April 2019," kata Syarif.

Menurut Syarif, GM PT PLN (Persero) Lahat ini orang baru kemungkinan ada permasalahan interen mereka .

Tetapi pihaknya tetap akan mempertanyakan permasalahan pembangunan GI ini.

"Kita belum tahu alasan yang jelas dari mereka sepertinya klise dan bukan dari mereka karena mereka juga belum kirim surat pemberitahuan kita,"

"Kita itu ingin mereka kirim surat dan jelaskan alasannya jangan hanya alasan lisan yang bermacam macam," tegasnya.

Tinggalkan Dunia Musik dan Sibuk Menjadi Caleg, Ifan Seventeen Kini Belajar Menjadi Chef

Besok 8 Februari 2019 Pendaftaran PPPK Mulali Dibuka, Begini Tes yang Diujikan

Memang sementara GI dibangun upaya yang dilakukan mereka menyambung jaringan baru dari Lubuklinggau dengan arus listrik yang lebih besar yang saat ini sedang berjalan.

Penulis: Farlin Addian
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved