Berita Palembang

Satker Kecamatan Kalidoni Berdayakan Ibu Rumah Tangga Raih Penghasilan Tambahan Melalui Ralali.com

Sosialisasi ralali.com sebagai platform bisnis to bisnis (B2B) yang memungkinkan ibu rumah tangga menjadi big agent dan mendapat pemasukan

Satker Kecamatan Kalidoni Berdayakan Ibu Rumah Tangga Raih Penghasilan Tambahan Melalui Ralali.com
Tribun Sumsel/ Hartati
Ketua Satker Kalidoni Hendi mensosialisasikan keberadaan ralali.com, box belanja juga pengolahan sampah di Kecamatan Kalidoni yang bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi ibu rumah tangga, Minggu (3/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Hartati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Satuan Kerja Kecamatan Kalidoni hari ini menggelar sosialisasi ralali.com sebagai platform bisnis to bisnis (B2B) yang memungkinkan ibu rumah tangga menjadi big agent dan mendapat pemasukan.

Sosialisasi dilakukan kepada ratusan ibu rumah tangga dan kelompok posyandu yang juga tergabung dalam grup senam.

"Ibu rumah tangga memiliki potensi yang baik, juga jaringan yang kuat jadi kalau mereka mau menjadi big agent ralali.com sangat baik bisa membantu perekonomian keluarga," ujar Ketua Satker Kalidoni Hendi, Minggu (3/2/2019).

Selain mensosialisasikan kehadiran ralali.com, satker juga mensosialisasikan kehadiran platform belanja online milik Kecamatan Kalidoni yakni box belanja yang juga sudah bekerjasama dengan ralali.com.

Menangis di Konser Dewa 19 Malaysia, Ini Postingan Terbaru Dul Jaelani Via IG: Cinta Ayah Bunda

Hanya Satu Jalur, Kendaraan Harus Antre Lewat Jalan Lintas Lahat-Pagaralam di Desa Jati

Box belanja ini merupakan wadah belanja online yang hadir di kecamatan Kalidoni sehingga ibu rumah tangga bukan hanya bisa membeli tapi juga bisa menjual kebutuhan rumah tangga secara online.

Tak lupa pula turut disosialisasikan kehadiran I Go Green sebagai aplikasi penjualan sampah online sehingga masalah sampah yang selama ini dianggap bau, sumber penyakit bukan lagi masalah.

Justru sampah bisa menjadi sumber pemasukan bagi ibu rumah tangga.

"Ibu grup senam dan posyandu kita berikan pengetahuan bagaimana cara mengolah sampah sehingga bisa menjadi sumber penghasilan," ujar Hendi.

Ke depannya instruktur senam yang dihadirkan setiap minggu untuk memimpin senam bisa dibayar dengan uang hasil menabung sampah sehingga tidak lagi harus mengeluarkan iuran bulanan dengan uang dari kocek sendiri.

Halaman
12
Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved