2.800 Pekerja Anak Terdata di Sumsel, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Tidak Ada Jadi Peserta

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjan Kanwil Sumbagsel, Arief Budiarto menegaskan, tidak ada satupun tenaga kerja dibawah umur yang jadi peserta

2.800 Pekerja Anak Terdata di Sumsel, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Tidak Ada Jadi Peserta
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagsel, Arief Budiarto 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjan Kanwil Sumbagsel, Arief Budiarto menegaskan, tidak ada satupun tenaga kerja dibawah umur yang jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan di wilayahnya.

Ketegasan ini disampaikan Arief, terkait temuan DPR RI yang disampaikan Wakil Ketua DPR RI Komisi IX, Saleh Partaonan Daulay, jika di Sumsel terdata lebih dari 2.800 pekerja anak di Sumsel.

"Temuan DPR RI terkait pekerja dibawah umur atau anak, khususnya sektor informal di Perkebunan. Setelah kita adakan ricek dengan asosiasi perkebunan kelapa sawit (Gapki) dan karet (Gapkindo), untuk kepesertaan pekerja anak tidak ada meski ada indikasi, mereka dipekerjaakan disektor informal," kata Arief, Rabu (30/1/2019).

Menurut Arief, biasanya anak dibawah umur itu dibawa saat orang tuanya bekerja, namun tidak dalam kapasitas bekerja.

Diungkapkannya, BPJS Ketenagakerjaan selalu melakukan soaliasi secara masif melalui media, Pemda, kampus, perusahaan , serikat pekerja/ buruh, launching desa sadar dan mall sadar, maupun acara tertentu talkshow dan job fair.

Baim Wong Paksa Sang Istri, Jadi Orang Gila, Begini Perasaan Paula Vehoeven Saat Disuruh ke Jalanan

Polisi Gerebek Gudang Rongsokan di Prabumulih Diduga Penampung 10 Ton Pipa Curian Pertamina

Ditambahkan Arief, peran BPJS Ketenagakerjaan di Sumsel hadir untuk memberikan, perlindungan bagi seluruh pekerja yang didaftarkan oleh pemberi kerja/badan usaha, untuk mengatasi resiko sosial ekonomi tertentu, dengan penyelenggaraan yang menggunakan mekanisme asuransi sosial.

BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan kepastian pembayaran santunan kepada peserta, sesuai dengan aturan yang berlaku.

BPJSTK akan melakukan verifikasi terlebih dahulu terhadap calon peserta yang usianya dibawah 16 tahun melalui aplikasi pendaftaran.

"Setiap kepesertaan, pekerja itu harus didaftarkan dengan usia kerja dan aplikasi sudah dibuat, jika ada dibawah 17 tahun, pekerja kita akan memberikan peringatan untuk menanyakan usia anak tersebut."

"Dipastikan data tidak ada pekerja anak, hal itu diatur UU Nomor 13 tahun 2013, tentang tenaga kerja usia 13-15 tahun, tidak diperkenalkan kerja di sektor informal dan formal," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved