Pembunuh Bayaran Pagaralam

Kekejaman Pembunuh Bayaran Pagaralam, Ponia dan Anaknya Dilempar dari Jembatan Endikat  

Ketiganya dijerat pembunuhan berencana 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. Polisi membeberkan kekejaman para tersang

Kekejaman Pembunuh Bayaran Pagaralam, Ponia dan Anaknya Dilempar dari Jembatan Endikat   
INSTAGRAM
Foto-foto tiga tersangka turun dari pesawat setelah ditangkap. 

Berikut foto-foto yang beredar saat tiga tersangka turun dari pesawat. Foto-foto ini banyak dimuat di akun intagram info.

Foto-foto tiga tersangka turun dari pesawat setelah ditangkap.
Foto-foto tiga tersangka turun dari pesawat setelah ditangkap. (INSTAGRAM)
Tersangka saat turun dari pesawat.
Tersangka saat turun dari pesawat. (INSTAGRAM)
Tika Herli (31) warga Jalan Mangga Perumnas Nendagung Kota Pagaralam
Tika Herli (31) warga Jalan Mangga Perumnas Nendagung Kota Pagaralam (INSTAGRAM)

Petugas langsung bergerak cepat dan mengamankan ketiganya.

"Mereka sedang dalam penampungan TKI di Jakarta untuk berangkat ke Taiwan, motif pembunuhan ini karena utang piutang," kata Kapolres Pagaralam, AKBP Tri Saksono Puspo Aji Sik MH dikutip dari kompas.com.

Dalam keterangan persnya Kapolres Pagaralam, AKBP Tri Saksono Puspo Aji Sik MH menjelaskan kronologis kejahatan yang di lakukan oleh para pelaku.

"Kami mendapatkan laporan dari Polres Lahat ada penemuan dua jenazah di aliran Sungai Lematang, ternyata warga Pagaralam. Dari sana langsung dilakukan penyelidikan dan menangkap tiga pelaku," ujar Kapolres.

Sebelumnya tersangka Tika Herli yang sebelumnya telah saling mengenal dengan Ponia.

Tika mengetahui kalau Poni bekerja di salah satu toko kue ini buta huruf.

Dengan modal itu tersangka Tika mengelabui Ponia dengan cara mengajaknya untuk menyimpan uangnya di salah satu bank.

Lantaran Ponia telah percaya dengan Tika, ia tidak menaruh kecurigaan.

Ponia mau saja menyerahkan kartu ATM serta kode PIN miliknya sehingga pelaku Tika dengan leluasa menguras uang milik korban Ponia.

Mengetahui uang tabungannya telah di kuras oleh pelaku Tika, lalu korban berusaha meminta penjelasan dan meminta uang miliknya di kembalikan.

"Diduga lantaran aksinya telah ketahui korban dan tidak senang terus di tagih. Pelaku Tika gelap mata dan merencanakan membunuh Ponia. Pelaku Tika mengajak Riko dan Jefri dengan imbalan uang Rp 5 juta," jelas Kapolres.

Editor: Prawira Maulana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved