Waspada Bahaya DBD, Januari dan Febuari Puncak. Waspadai Tatakan Dispenser
Dinas Kesehatan Kota Palembang mengimbau kepada masyarakat terhadap bahaya ancaman Demam Berdarah Dangue (DBD).
Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dinas Kesehatan Kota Palembang mengimbau kepada masyarakat terhadap bahaya ancaman Demam Berdarah Dangue (DBD).
Kadinkes Kota Palembang, dr Letizia melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Yudhi Setiawan mengatakan bulan Januari - Febuari adalah siklus peningkatan DBD.
"Biasanya siklus peningkatan DBD ini selalu terjadi di bulan Januari dan Februari," ujarnya, Jumat (4/1/2019).
• Kisah Torro Margens Semasa Muda yang Pernah Menjadi Tukang Cat Becak
Apalagi lanjut dia saat ini sudah memasuki musim penghujan.
Karena itu, untuk menghindari pertumbuhan jentik nyamuk Aides Aigepty maka masyarakat harus melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Yakni dengan cara membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, menyingkirkan atau mendaur ulang tempat-tempat yang berpotensi jadi sarang jentik nyamuk.
• Foto-foto Pembunuh Bayaran di Pagaralam Turun dari Pesawat, Disergap di Penampungan TKI
Seperti ban bekas, kaleng bekas, harus didaur ulang atau disingkirkan.
"Nyamuk ini sukanya di air bersih dan tergenang. Seperti di air kamar mandi, di tempayan, tatakan dispenser, vas bunga, tempat penampungan air," katanya.
Yudhi mengatakan sepanjang tahun 2018 per akhir Desember lalu, data kasus DBD per kecamatan yang tertinggi yakni Puskesmas Sukarame 40 kasus, Kalidoni 39 kasus dan 4 Ulu sebanyak 35 kasus.