Hari Ibu 22 Desember 2018

Ini Kata Kepala Bapenda Sumsel dan Plt Kepala Kesbangpol Sumsel Tentang Hari Ibu 22 Desember

Ibu-ibu yang aktif dan berkarir pun memiliki jabatan yang penting seperti halnya Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel, Neng Muhaibah

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Linda Trisnawati
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel, Neng Muhaibah (kiri) dan Plt Kepala Kesbangpol Sumsel, Fitriana (kanan) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari Ibu.

Di zaman sekarang ini, ibu-ibu makin aktif dan tak hanya berdiam diri di rumah.

Ibu-ibu kini berkarir tanpa kendala, namun tetap tak mengenyampingkan kewajibannya sebagai seorang ibu.

Ibu-ibu yang aktif dan berkarir pun memiliki jabatan yang penting seperti halnya Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel, Neng Muhaibah dan Plt Kepala Kesbangpol Sumsel, Fitriana.

"Peran ibu dalam keluarga sekaligus sebagai wanita yang bekerja, sesibuk apapun dalam bekerja naluri seorang ibu adalah tetap seorang ibu."

"Seorang ibu tetap harus menjadi manajer dan trigger dalam keluarganya, dan harus selalu menempatkan skala prioritas dalam pengambilan keputusan," ujar Fitriana, Jumat (21/12).

Menurutnya sosok seorang ibu seperti seorang Malaikat.

Ibu selalu ada untuk anak-anak, suami dan keluarganya, dalam situasi apapun baik disaat duka maupun disaat suka.

Sosok Ibu adalah pahlawan bagi keluarganya tanpa kenal lelah selalu berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya.

"Hari ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember merupakan wujud dari apresiasi dan penghargaan kepada para Ibu yang memang layak dan pantas untuk mendapatkan penghargaan," katanya.

Sementara itu Neng Muhaibah menambahkan, bahwa sosok ibu adalah seorang yang sangat berperan dalam menentukan masa depan bangsa.

Di tangan para ibu terlahir putra putri yang akan menentukan bangsa ke depan.

Apabila ibu berhasil mendidik putra putri dengan baik berarti bangsa mempunyai putra putri yang baik dan berkualitas.

Sebaliknya apa bila seorang ibu gagal mendidik putra putrinya maka harapan bangsa kualitas anak bangsa masa depan pun akan suram.

"Bagi saya ibu adalah guru teman panutan tempat saya belajar tanpa batas. Sayapun mendidik anak-anak saya dengan disiplin belajar, taat pada agama, bertanggung jawab dan peka terhadap lingkungan sekitar," ujarnya

Dalam keluarganya ia juga menekankan saling menegur dan menasihati antara orang tua dan anak, sebaliknya anak dengan orang tua.

"Insya Allah saya menjadikan rumah saya tempat yang selalu di rindukan anak-anak, suami dan saya sendiri."

"Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada kesulitan yang saya alami, meskipun saya juga bekerja mengabdi kepada negara," ujar Neng yang sudah menjadi PNS selama 24 tahun

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved