Kapal Meledak di Sungai Musi

Cerita Sedih Istri Korban Jukung Meledak, Tubuh Lemas dan Bergetar, Kini Kaki Suaminya Diamputasi

Kartika bercerita, saat pertama kali mendengar kabar meledaknya kapal yang ditumpangi Roni, ia merasa seluruh tubuhnya lemas dan bergetar

Cerita Sedih Istri Korban Jukung Meledak, Tubuh Lemas dan Bergetar, Kini Kaki Suaminya Diamputasi
Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
Roni, salah satu korban meledaknya jukung Mulia Rasa saat ditunggui istrinya di RS Mohammad Husein, Jumat (22/12/2018) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -Kesedihan begitu terpancar jelas dari wajah Kartika (22 tahun) saat menjaga suaminya Roni (22 tahun), yang tengah dirawat intensif di RS Mohammad Husein (RSMH) Palembang.

Roni merupakan satu dari tujuh orang yang menjadi korban ledakan jukung Jasa Mulia di Sungai Musi, Kamis (20/12/2012) kemarin.

Kepada Tribunsumsel.com, Kartika bercerita, saat pertama kali mendengar kabar meledaknya kapal yang ditumpangi Roni, ia merasa seluruh tubuhnya lemas dan bergetar.

"Nangis saja bisanya, mau bergerak rasanya kaki ini sudah tidak sanggup. Mertua yang langsung ke sini, saya sendiri pagi baru bisa ke ke sini,"ujarnya saat ditemui di RS Mohammad Husein, Jumat (21/12/2018).

Daftar Nama dan Kondisi 7 Korban Meledaknya Jukung dan SPBB Terapung di Sungai Musi Palembang

SPBB di Sungai Musi Terbakar, Ini Penjelasan Pertamina

Kesedihan Kartika semakin bertambah manakala ia harus menghadapi kenyataan pahit yang harus dialami suaminya.

Ya, akibat ledakan itu, Roni harus merelakan kaki kirinya di amputasi.

"Waktu pamit kerja sehat, tidak ada yang kurang dari badannya. Sekarang dia (Roni) saya lihat harus diamputasi satu kakinya. Sedih saya liatnya,"ujar Kartika sembari menahan tangis.

Bahkan, akibat parahnya luka yang dialami, Kartika mengatakan, pihak dokter juga sempat berniat akan mengamputasi kaki bagian kanan suaminya.

BREAKING NEWS, Seorang Pria Tewas Kecelakaan di Jalan Soekarno Hatta Palembang

Transfer Liga 1 : Stefano Cugurra Semakin Mendekat ke Bali United, Persija Cari Pelatih Baru

"Tapi mertua saya menolak. Kami mengajukan ke pihak dokter supaya jangan diamputasi. Kami minta diusahakan cari cara lain saja. Pasang pen atau apa sajalah. Kasian saya lihatnya kalau harus hilang dua kakinya,"ungkapnya kembali menahan tangis.

Menurut penuturan Kartika, sehari-harinya Roni bekerja sebagai salah satu ABK (anak buah kapal) di Jukung Jasa Mulia.

Halaman
123
Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved