Kronologis Warga Dipatuk Kobra di Kabupaten Banjar Hingga Jenazah Tak Dibawa masuk ke Rumah

Salasiah merupakan warga Kertaki Hanyar, Kabupaten Banjar yang tewas akibat dipatuk ular kobra.

Editor: M. Syah Beni
Banjarmasin Post/ Jumadi
Salasiah Warga Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan dipatuk ular kobra 

TRIBUNSUMSEL.COM- Salasiah merupakan warga Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar yang tewas akibat dipatuk ular kobra.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat ia tengah mencari ikan.

Sempat dibawa rumah sakit, namun sayangnya nyawa Salasiah tak dapat terselamatkan.

Berikut kronologi singkat Salasiah, korban yang dipatuk ular kobra dan jenazahnya dilarang masuk ke dalam rumah.

Tribunnews.com melansir dari BanjarmasinPost, Selasa (11/12/2108), berikut kronologi kematian Salasiah akibat dipatuk ular kobra.

Salasiah dipatuk ular kobra saat sedang Mancau (mencari ikan dengan alat).

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (10/12/2018) sekitar pukul 09.40 WITA.

Tubuhnya ditemukan oleh Sasun (33) yang masih anggota keluarganya dalam kondisi terbaring di rerumputan.

Selanjutnya, tubuh Salasiah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, namun dinyatakan meninggal setelah dilakukan pemeriksaan.

Gigitan ular itu berada di kaki kanan, tepat di bawah lutut korban.

Syarkawi yang merupakan suami korban mendapatkan kabar mengenai istrinya setelah diberitahu oleh warga.

Syarkawi yang ditemui di rumahnya mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada saat dia berada di tempat kerja.

Beberapa tetangganya menelepon agar dia ke rumah sakit.

Sebelum dibawa pulang, tubuh Salasiah sempat diperiksa oleh seorang pawang ular.

Namun pawang tersebut mengatakan bahwa nyawa Salasiah tidak dapat tertolong lagi.

Jenazah Salasiah disemayamkan di teras rumah, karena menurut kepercayaan masyarakat jasad yang dipatuk ular tidak boleh dibawah ke dalam rumah.

Hal ini dilakukan dengan harapan Salasiah bisa sembuh seperti semula.

Suami Salasiah, Syarkawi , ditemui di rumahnya mengatakan, sebenarnya ia ingin membawa masuk jenazah sang istri ke dalam rumah.

Namun tetangganya meminta agar tubuh istrinya disemayamkan di halaman rumah saja.

"Kita berusaha tawakal untuk mencari jalan terbaik meminta bantuan paranormal. Mudah-mudahan istri saya tidak meninggal," ungkapnya saat itu.

Sementara itu, agar jenazah Salasiah tidak kehujanan dan kepanasan, warga memberinya tenda berukuran lumayan besar.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved