Cerita Khas Palembang

Makan Tigo Bayar Duo, Kalian Harus Tahu Bagaimana Sedihnya Mamang Pempek Toet Lumban

Kami ajak melihat lebih dalam seperti apa terzoliminya mamang pempek toet di Lumban Tirta. Barangkali ada yang mau minta maaf

Makan Tigo Bayar Duo, Kalian Harus Tahu Bagaimana Sedihnya Mamang Pempek Toet Lumban
TIARA/TRIBUNSUMSEL.COM
Mamang pempek sepeda atau pempek toet sedang melayani pembeli di Lumban Tirta Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pempek sepeda, sering juga disebut pempek toet-toet. Si penjual suka memanggil-manggil calon pembeli dengan memencet toet-toet karet yang ada di stang sepedanya.

Kawasan Lumban Tirta Palembang, jadi satu tempat mangkal para mamang pempek sepeda yang ramai. Habis berenang sama teman-teman, surgawi nian makan pempek ini.

Makan Pempek Tigo Bayar Duo, Sekarang Tak Seganas Dulu

Berita ringan khas wong Palembang:

- Mari Membedah Kalimat Gelantum Ujinya dan Teka-teka Tatakannya

- Mengenal Sosok H Halim, Orang Kaya di Sumsel Sering Dikunjungi Presiden dan Banyak Tokoh Nasional

Bukan main enaknya. Keasyikan ngirup cuko nyocol pempek, lupa duit di kantong tinggal dua ribu. Sementara sudah tiga pempek ditelan.

Makan tigo ngaku duo, begitulah frasa bahasa Palembang ini sering dipakai. Baik untuk lucu-lucuan ataupun senianan. Ayo ngaku, kamu pernah melakukannya di Lumban?

Tribun menyajikan liputan khas Plembang yang ringan ini pada pembaca. Barangkali bisa memanggil-manggil memori lama dan membuat hari ini jadi lebih bahagia.

Makan pempek sepeda di Lumban Tirta.
Makan pempek sepeda di Lumban Tirta. (TIARA/TRIBUNSUMSEL.COM)

Kami ajak melihat lebih dalam seperti apa terzoliminya mamang pempek toet di Lumban Tirta. Barangkali ada yang mau minta maaf karena pernah melakukannya.

Sumardi (53) sudah sejak tahun 1991 jadi mamang pempek sepeda. Ia membawa pempek di kotak kaca bening pada bagian tempat duduk penumpangnya.

Pempeknya bervariasi mulai pempek kulit, pempek adaan, pempek lenjer kecil, pempek telur kecil, pempek tahu, dan lain-lain.

Halaman
12
Penulis: Tiara Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved