Hari Aids Sedunia, Seberapa Paham Kalian dengan Ancaman Virus ini?

Seberapa besar sih pemahaman masyarakat terkait penyakit HIV dan AIDS? Khususnya di kalangan anak muda

Hari Aids Sedunia, Seberapa Paham Kalian dengan Ancaman Virus ini?
TRIBUNSUMSEL.COM
BERCANDA -- Sejumlah mahasiswi di Palembang bercanda di sela-sela aktivitas perkuliahan. Bagi generasi muda, selektif teman, tidak terpengaruh pergaulan bebas dan melaksanakan kegiatan positif harus menjadi pilihan agar terhindar dari ancaman HIV/Aids 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Sejak tahun 1988, setiap tahunnya masyarakat dunia memperingati tanggal satu Desember sebagai hari HIV dan AIDS.

Namun sejauh ini seberapa besar sih pemahaman masyarakat terkait penyakit HIV dan AIDS? Khususnya di kalangan anak muda atau yang saat ini kita kenal dengan sebutan kaum milenial.

 Untuk itu, Tribun Sumsel berbincang dengan beberapa anak muda terkait pemahamannya pada HIV dan AIDS.

"HIV AIDS itu salah satu penyakit yang bisa mematikan. Terkenanya sih, bisa dari berbagai faktor. Bisa dari seks bebas, bikin tato dengan jarum gak steril, terus dari jarum suntik narkoba juga bisa kena itu (HIV AIDS),"ujar Delia Delvia, mahasiswi jurusan semester tiga, jurusan akuntansi politeknik sriwijaya (Polsri).

Delia mengaku tidak terlalu tahu secara pasti tentang HIV dan AIDS.
Namun gadis 19 tahun ini mengungkapkan dirinya selalu memiliki pemikiran kalau mencegah itu lebih baik dari pada mengobati.

Delia Delvia
Delia Delvia (TRIBUNSUMSEL.COM)

"Apalagi HIV AIDS kan belum ada obatnya. Tau dari internet penyakit ini bisa mematikan. Jadi lebih baik hidup lurus-lurus aja deh. Jangan cari masalah atau mengundang penyakit karena salah bergaul. Mending isi masa muda dengan ngerjain hal-hal yang positif aja,"kata Delia.

Senada dengan Delia, Nur Azizah mahasiswi ilmu komunikasi Unsri mengungkapkan kalau sudah selayaknya masa muda harus dimanfaatkan dengan melakukan berbagai hal yang bermanfaat. Makanya, gadis 20 tahun ini mengatakan tidak ada salahnya selektif dalam memilih kegiatan, termasuk selektif dalam hal memilih teman.

Zur Azizah
Zur Azizah (TRIBUNSUMSEL.COM)

"Gimana kita mau ngisi hari-hari kita dengan hal bermanfaat, kalau teman-temannya aja ngajakin berbuat hal negatif terus. Apalagi ke arah pergaulan bebas, dunia malam, narkoba, salah satu efeknya kan bisa kena HIV AIDS. Siapa yang rugi coba? Ya kita sendiri dan keluarga juga pastinya,"ujar Zizah, panggilan akrabnya.

Bukan berarti ingin menutup diri dari lingkungan luas, Zizah berpendapat selektif dalam memilih teman bisa menjadi salah satu cara untuk membentengi diri dari buruknya pergaulan yang salah.

"Kalau kita gak punya kesadaran sendiri tentang bahayanya pergaulan bebas, kan susahnya di kita juga. Apalagi kalau sudah terkena HIV AIDS, kita harus minum obat seumur hidup. Belum lagi kondisi kita yang lemah. Jadi kalau bisa, semaksimal mungkin hindari deh salah bergaul,"ujarnya.(cr8)

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Lisma Noviani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved