Pemilu 2019

Rumah Keadilan Ampera Gugat PKPU Nomor 7 Tentang Seleksi Anggota KPU dan KPU Kabupaten/Kota

Gugatan PKPU Nomor 7 tahun 2018 dilakukan ke Mahkamah Agung melalui Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang khusus, Selasa (27/11/2018)

Rumah Keadilan Ampera Gugat PKPU Nomor 7 Tentang Seleksi Anggota KPU dan KPU Kabupaten/Kota
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Rumah Keadilan Ampera (RKA), menggugat Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 7 tahun 2018, tentang seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota ke Mahkamah Agung, melalui Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang khusus, Selasa (27/11/2018) 

UU membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh warga Negara yang memenuhi persyaratan sesuai undang-undang.

"Oleh karenanya, kita meminta kepada Mahkamah Agung RI, untuk menyatakan Pasal 20 ayat 3 huruf (a) dan (b) PKPU nomor 7 tahun 2018 ini, bertentangan dengan Undang-undang nomor 7 tahun 2018 dan membuat pasal tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat," ucapnya.

Joe, berharap MA bisa memberikan keputusan segera dan mengabulkan gugatan kliennya tersebut, dan bisa dilakukan proses seleksi dari awal kembali.

"Mudah-mudahan, jika dikabulkan oleh Mahkamah Agung RI, kedepan tidak akan ada lagi pihak yang dirugikan akibat aturan ini," tandasnya.

Terpisah, Ketua Timsel KPU Kabupaten/kota se Sumsel zona I, Anisatul Mardiah menerangkan, pihaknya telah melakukan tahapan seleksi sesuai aturan dan juknis dari KPU.

Seleksi akan dilanjutkan tes wawancara dari tanggal 3 -7 Desember 2018, diteruskan test kesehatan dari 28 November hingga 2 Desember 2018 mendatang.

Setelah wawancara Timsel akan melaksanakan rapat pleno, menetapkan masing- masing 10 orang calon anggota KPU Kab/Kota, dan peserta test kesehatan langsung ikut test wawancara, tanpa ada pengurangan lagi.

"Dari awal, saya sudah tegaskan tidak melayani peserta titipan, karena sudah dapat dipastikan peserta titipan tidak akan bisa independen," tuturnya.

Dilanjutkan mantan Ketua KPU Sumsel ini, hingga saat ini pihaknya telah menerima beragam tanggapan masyarakat, dan hingga sampai sekarang pihaknya masih menerima.

Apabila ada yang mau memberikan masukan atau tanggapannya, terhadap nama- nama yang ikut test kesehatan dan wawancara.

"Mohon maaf tidak dapat dipublish soal tanggapam masyarakat, sebab masukan masyarakat itu, hanya untuk Timsel yang nanti diklarifikasi kepada yang bersangkutan saat wawancara, dan bukan untuk konsumsi publik," pungkasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved