Makin Nyaman Berkunjung ke Taman Kota Baturaja, Banyak Wahana Permainan Gratis

Puluhan anak ditemani orangtua mereka terlihat ramai di kawasan Taman Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) beberapa hari terakhir

Makin Nyaman Berkunjung ke Taman Kota Baturaja, Banyak Wahana Permainan Gratis
RETNOWIRAJAYA/TRIBUNSUMSEL.COM
Suasana di Taman Kota Baturaja, Senin (26/11/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA – Puluhan anak ditemani orangtua mereka terlihat ramai di kawasan Taman Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) beberapa hari terakhir. Mereka terlihat asyik menikmati wahana permainan baru yang dibangun pemerintah. Wahana permainan tersebut, mulai dari ayunan, perosotan hingga wahana permainan lainnya.

Tina misalnya. Saat dibincangi wartawan, Senin (26/11) pagi, warga Baturaja ini mengaku nyaman mengunjungi taman Kota Baturaja. Taman Kota yang menjadi kebanggaan masyarakat di Bumi Sebimbing sekundang ini jauh terlihat berbeda dari biasanya. Tidak gersang.

“Sekarang, jauh lebih nyaman untuk berkunjung. Toilet sudah ada, tempat permainan anak-anak bisa di manfaatkan secara gratis, seperti perosotan dan ayunan serta beberapa permainan lainya. Belum lagi pohon-pohon rindang melindungi dari terik panasnya matahari. Tempat bermainya juga aman,” kata Tina menilai kondisi Taman Kota Baturaja saat ini.

Pantauan di lapangan fasilitas wahana permainan ini seakan memanjakan pengunjung. Fasilitas yang ada dimanfaatkan warga untuk bersantai bersama keluarga, putra dan putri mereka. Sambil menikmati sarapan pagi di kawasan tersebut mereka memanfaatkan wahana permainan yang ada taman kota. Ada juga sang asyik menikmati sarapan pagi sambil putra dan putri mereka menikmati wahana permainan yang difasilitasi oleh pemerintah secara gratis.

Di samping itu juga terlihat di bawah pohon-pohon besar, menjadi tempat nyaman untuk beristirahat. Pasalnya, kursi yang cukup nyaman di bangun mengelilingi pohon besar yang rindang dikawasan tersebut.

Tidak hanya sampai disitu, pada pagi hari terdapat penjual makanan untuk dinikmati sebagai sarapat pagi. Seperti nasi uduk, lontong dan sebagainya. Pada sore harinya, berbagai macam jenis makanan dan minuman juga tersedia dijajakan pedagang. Untuk harga berfariasi.

“Kalau saya jualan hanya pagi hari saja. Macam-macam makanan yang saya jual mulai dari nasi uduk, pempek, lontong. Untuk harga berfariasi mulai Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu tergantung permintaan. Pembeli cukup ramai,” kata Ida.

Untuk sampah yang ditimbulkan kata dia tidak terlalu menjadi masalah. Sebab di area taman kota sudah disediakan oleh pemerintah tempat penampungan sampah yang cukup.

“Tinggal kesadaran kita untuk membuang sampah pada tempatnya. Pastinya kita harus menjaga kebersihan, lagian kalau lingkungan bersih kita jualan juga enak. Pengunjung juga nyaman untuk datang dan makan,” katanya.

Sekretaris Dinas Perkim, Kab OKU, H Hasan menjelasakan, untuk mengantisipasi kerusakan ke depan pihaknya akan memasang himbauan serta rambu-rambu peringatan tentang kapasitas dan bobot maksimal sesuai kapasitas sarana permainan.

"Marii sama-sama kita menjaga fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah, hal ini demi kenyamanan dan keindahan kota kita tercinta," ajaknya.

Hal yang sama juga disampaikan Bupati OKU Drs H Kuryana Azis, yang menghimbau kepada masyarakat bumi sebimbing sekundang untuk bersama menjaga setiap fasilitas umum yang disediakan oleh Pemerintah, menurutnya Fasilitas umum ini dibuat dari uang rakyat.

"kalau kita hanya melakukan pembenahan terus kapan majunya. Mari kita jaga sama-sama,” katanya.(rws)

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved