Pilpres 2019

Dihadapan Caleg dan Relawan Pendukung Jokowi, MC Ajak Salam Dua Jari, Ini yang Terjadi Selanjutnya

MC saat itu mengajak kepada ribuan peserta yang hadir untuk melakukan salam dua jari yang identik dengan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo- Sandi

Dihadapan Caleg dan Relawan Pendukung Jokowi, MC Ajak Salam Dua Jari, Ini yang Terjadi Selanjutnya
Tribunsumsel.com/ Arief
Dihadapan Caleg dan Relawan Pendukung Jokowi, MC Sebut Salam Dua Jari, Ini yang Terjadi Selanjutnya 

Jokowi sendiri meminta kepada timnya untuk menepis isu- isu negatif yang menyasar kedirinya, dan melakukan kampanye secara cerdas.

"Misal isu yang beredar seperti Jokowi itu PKI dan ini mulai lagi, laporan masuk ke saya. Cara- cara politik seperti ini tidak beretika dan tidak beradab harus dihentikan, tidak bisa lagi di negara kita ini," jelas Jokowi.

Isu PKI tersebut sudah 4 tahun dihembuskan pihak lawan politiknya.

"Saya sabar, sabar, sabar dan saya selalu sabar, tidak menjawab. Saya jelaskan PKI itu tahun 1965- 1966 dan saya lahir 1961. Apakah ada aktivis PKI balita, loginya tidak masuk," katanaya.

"Tapi 6 persen masyarakat percaya atau 9 juta penduduk Indonesia, dan medsos banyak gambar tidak jelas seperti itu banyak sekali," ucapnya.

Ia juga memberikan contoh gambar "editan" yang ada di medsos yaitu foto ketua umum PKI DN Aidit saat pidato di mimbar pada tahun 1955, yang terdapat muka dirinya, padahal itu tidak benar.

"Saya belum lahir, tapi foto saya ada didekatnya, astagfirullah. Banyak sekali gambar- gambar itu, tapi kok mirip sekali, dan memang 100 persen wajah saya tapi baju lama, dan ini berbahaya sekali," tandasnya.

Isu kedua, ia merasa dibilang antek asing, padahal itu juga tidak benar, karena sejak ia memimpin beberapa perusahaan besar asing di Indonesia sebagian sudah diakusisi kepemilikannya ke Indonesia.

"Antek asing mana? 2015 blok Mahakam yang dikelola Jepang dan blok Rokan di Riau yang dikelola Chevron AS puluhan tahu, sekarang sudah kami ambil dan diberikan ke Pertamina," katanya.

"Freeport di Papua 40 tahun tidak pernah demo dan sahamnya hanya 9 persen, tahun ini sudah 51 persen dan sudah diambil konsorsium oleh Inalum," bebernya.

Halaman
123
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved