Breaking News:

Permenpan No 61 Tahun 2018 Bisa Buat Peserta Ikut SKB, Diambil Rangking 3 Besar, Ini Syaratnya

Permenpan No 61 Tahun 2018 Bisa Buat Peserta Bisa Ikut SKB, Diambil Rangking 3 Besar, Ini Syaratnya

Tribun Sumsel/ Abriansyah Liberto
Peserta mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kemenkumham di Kantor BKN Regional VII, Jumat (26/10/2018) 

Hal yang perlu diingat adalah jumlah peserta SKB pada kelompok kedua (peringkat nilai kumulatif) paling banyak tiga kali dari selisih antara jumlah alokasi formasi dengan jumlah peserta pada kelompok pertama (peserta SKD yang memenuhi passing grade).

Peserta SKB berkompetisi pada kelompoknya masing-masing.

Peserta SKB dari pemeringkatan nilai kumulatif berkompetisi untuk mengisi formasi sebanyak selisih antara jumlah alokasi formasi dan jumlah peserta pada kelompok pertama.

Seperti diketahui, jumlah peserta dengan nilai tes SKD yang melebihi nilai ambang batas sangatlah sedikit sehingga berpotensi tidak terpenuhinya formasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Permen Kemenpan RB tentang optimalisasi pemenuhan kebutuhan atau formasi PNS dalam seleksi CPNS Tahun 2018 ini menyebutkan, alokasi penetapan formasi pada kementerian/lembaga/daerah perlu dioptimalkan guna pemenuhan kebutuhan PNS yang memadai dan tetap mempertimbangkan kualitas.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana menjelaskan nantinya akan ada 2 kelompok yang dapat ikut Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

"Kita menggunakan sistem ranking untuk kelompok yang tidak lulus passing grade," kata Bima.

Untuk yang lulus passing grade prosesnya tetap tidak ada perubahan.

Langkah ini diambil untuk memenuhi kekurangan kuota peserta dari hasil tes SKD CPNS 2018.

Sebelumnya, jumlah peserta CPNS 2018 yang tak lolos tes SKD sempat dikeluhkan oleh beberapa pihak.

"Jadi, ada dua kelompok untuk peserta SKB (Seleksi Kompetensi Bidang). Kelompok pertama adalah yang lulus passing grade."

"Kelompok kedua, kelompok yang diambil dari yang tidak lulus pasing grade tapi memiliki total nilai yang tinggi," kata Bima.

"Mereka akan bersaing dalam kelompoknya masing-masing, jadi tidak dicampur," ujar Bima. (elm/tribun network/kps/gta/wly)

Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved