Dibilang Lambat, Driver Ojol Kirim Kutipan Hadits, Pelanggan Tak Kalah Sangar Balas ini

Tak Terima Dibilang Lambat, Ojol Kirim Kutipan Hadits, Pelanggan Tak Kalah Sangar Balas ini

Editor: M. Syah Beni
Kolase
Ilustrasi pengendara Gojek 

TRIBUNSUMSEL.COM-Pengalaman driver ojek online masih saja menarik perhatian pembaca.

Mulai kejadian yang kontroversi sampai yang menguras air mata.

Driver ojek online atau biasa disebut ojol memang membawa warna tersendiri di Indonesia.

 Tak cuma menjadi solusi dan alternatif di bidang transportasi.

Kehadiran mereka juga memberikan pelajaran dan inspirasi tersendiri bagi orang lain.

Meskipun kadang ada beberapa oknum driver ojek online yang berbuat nakal dan memanfaatkan pekerjaannya untuk kepentingan pribadi.

Pengalaman ojek online ini banyak dibagikan ke media sosial.

Para driver ojek online juga memiliki komunitasnya sendiri dan grup di media sosial.

Biasanya mereka menuangkan cerita dan keluh kesahnya saat melayani pelanggan di grup tersebut.

Nah, ada juga akun Instagram yang juga suka membagikan pengalaman menarik driver ojek online.

Di antaranya adalah akun Instagram @gojek24jam.

Baru-baru ini seorang driver Gojek membagikan pengalamannya menghadapi seorang pelanggan yang membatalkan pesananan.

Dalam screenshoot percakapan, pelanggan ini menilai abang gojek lambat.

Ia lelah  terlalu lama menunggu abang ojek.

Akhirnya mengirim pesan seperti ini.

"Maaf, di aplikasi saya ga bisa di cansel mas. jadi tolong kerjasamanya, semoga Allah merahmatimu sorry"kata pelanggan.

Abang Ojek pun berkilah, mengaku sudah menelpon dan menunggu selama 30 menit.

"Nunggu udah hampir 30 menit pas di telfon nyuruh"balas Abang Ojek.

Merasa terzalomi oleh kelakuan pelanggan.

Abang Gojek ini mengirim kutipan hadist yang berisi soal kezaliman manusia.

"Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan duka cita, aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemauan dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada sifat pengecut dan kikir, aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan
kezaliman manusia." (HR Abu Dawud4/353)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved