Tamu Tewas di Kamar Hotel Aston, Keluarga Menolak Otopsi
Jenazah Royvaldo (27), warga Bengkulu yang tewas di salah satu kamar Hotel Aston pada Rabu (21/11) kemarin, telah dibawa ke Bengkulu.
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Prawira Maulana
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Agung Dwipayana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Jenazah Royvaldo (27), warga Bengkulu yang tewas di salah satu kamar Hotel Aston pada Rabu (21/11) kemarin, telah dibawa ke Bengkulu.
"Semalam jenazah sudah dibawa ke Bengkulu oleh pihak keluarga," kata seorang petugas media RS Bhayangkara Sumsel yang tidak ingin menyebutkan namanya, Kamis (22/11/2018).
Menurut petugas medis, pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi pada jenazah Royvaldo.
"Mereka (yang menjemput jenazah Reyvaldo), ada yang mengaku paman, temannya. Mereka pingin cepat, otopsi saja tidak mau," ungkap petugas medis ini.
Sebelumnya, sesosok mayat yang ditemukan di kamar Hotel Aston Palembang diketahui bernama Royvaldo (27) warga Bengkulu.
Korban Royvaldo di Kota Palembang bekerja di sebuah perusahaan swasta di Palembang.
Hal itu ditegaskan oleh Kapolsek Kemuning Palembang AKP Robert P Sihombing dijumpai wartawan di RS Bhayangkara Palembang sesaat jenazah tiba.
"Nama Jenazah adalah Royvaldo usia 27 tahun, korban masuk di Hotel pada selasa (20/11)," ucapnya, Rabu (21/11/2018).
Penemuan jenazah diketahui oleh pegawai hotel yang hendak menanyakan kapan korban akan memperpanjang masa inap atau check out.
"Kondisi kamar terkunci dari dalam, pihak hotel menggunakan kunci duplikat untuk masuk ke dalam," katanya
Di dalam kamar pegawai kemudian melihat korban sudah dalam posisi tertelungkup dengan hanya mengenakan handuk.
Dari dalam kamar polisi mengamankan barang bukti berupa dua bungkus permen obat seloco sejumlah baju korban. Soloco dikenal sebagai obat berbentuk permen coklat yang dipercaya bisa meningkatkan vitalitas pria.
"Dari tubuh tidak ada bekas penganiayaan," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/jenazah-di-hotel-aston.jpg)