Hari Anak Sedunia

Sejarah 20 November Diperingati Hari Anak Sedunia, Tema 2018 Anak-anak Pakai Aksesori Serba Biru

Hari Anak-anak Universal PBB atau hari anak sedunia didirikan pada tahun 1954 dan dirayakan pada tanggal 20 November setiap tahun

Sejarah 20 November Diperingati Hari Anak Sedunia, Tema 2018 Anak-anak Pakai Aksesori Serba Biru
UN Photo/Manuel Elias
Anak-anak yang berpartisipasi dalam perayaan Hari Anak Sedunia 2017 memegang tanda yang menyerukan perdamaian. UNICEF mengundang anak-anak dari seluruh dunia untuk mengambil alih peran kunci di media, politik, bisnis, olahraga, dan hiburan untuk menyuarakan dukungan mereka bagi jutaan rekan mereka yang tidak sekolah dan tidak terlindung 

Ajakan seperti membagikan video untuk hari Anak, menandatangani petisi global dan menjadi biru dalam mendukung hak anak-anak di media sosial, dan masih banyak lagi.

Kemudian memperingati hari anak bisa merayakan dengan mengenakan pakaian atau aksesori serba biru.

Dilansir dari Thenational tahun 1989 juga menandai tahun ketika Konvensi Hak-hak Anak pertama kali disusun, diadopsi oleh Majelis Umum PBB dan ditandatangani oleh 196 negara.

Para pemimpin dunia berkumpul untuk mengakui pentingnya hak setiap anak untuk tumbuh dalam lingkungan keluarga, dalam suasana bahagia, cinta, dan pengertian.

Mereka juga mengakui perlunya anak-anak untuk hidup mandiri dan terpenuhi, dengan perlindungan dan perawatan khusus, serta perlindungan hukum.

Mereka yang lahir tahun itu telah lama tumbuh tetapi secara tragis, dunia belum melampaui kebutuhan untuk mengingat dan menghormati janjinya untuk melindungi anak-anaknya.

Dua puluh sembilan tahun kemudian, Hari Anak Sedunia ada baiknya mengingat kata-kata janji itu untuk membuat setiap anak merasa aman dan dicintai, dengan akses ke air bersih, pendidikan, dan suara.

Bahwa ada 262 juta anak-anak tidak bersekolah, 650 juta anak perempuan yang menikah sebelum usia 18 tahun, dan bahwa tahun lalu 5,4 juta meninggal karena penyakit.

Unicef ‚Äč‚Äčakan menandai hari itu dengan mengingatkan para pemimpin dunia tentang kewajiban mereka untuk melindungi kaum muda, dan memberi anak-anak sebuah platform untuk menyuarakan keprihatinan mereka.

Kita semua harus meluangkan waktu untuk mendengarkan. Melakukan hal itu dapat mengubah hidup mereka

Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved