Berita Musirawas

Kondisi Objek Wisata Bukit Cogong Musirawas, Gazebo Ditumbuhi Semak Belukar, Tinggal 1 Burung Jalak

Bukit Cogong yang terletak di Desa Sukakarya, Kecamatan STL Ulu Trawas Kabupaten Musi Rawas (Mura) salah satu objek wisata di daerah tersebut

Kondisi Objek Wisata Bukit Cogong Musirawas, Gazebo Ditumbuhi Semak Belukar, Tinggal 1 Burung Jalak
Tribunsumsel.com/ Eko Hepronis
Kondisi objek wisata alam di kaki Bukit Conggong yang terletak di Desa Sukakarya, Kecamatan STL Ulu Trawas Kabupaten Musi Rawas (Mura) 
Kondisi Objek Wisata Bukit Cogong Musirawas, Gazebo Ditumbuhi Semak Belukar, Tinggal 1 Burung Jalak
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis. 
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS - Bukit Cogong yang terletak di Desa Sukakarya, Kecamatan STL Ulu Trawas Kabupaten Musi Rawas (Mura) salah satu objek wisata di daerah tersebut.
Bukti Cogong menjadi salah satu destinasi objek wisata, bila berada di Musi Rawas.
Pantauan Tribunsumsel.com, Minggu (18/11/2018), tampak fasiltas seperti gazebo mulai ditumbuhi dan dikelilingi rumput. 
Terlihat juga beberapa gazebo kondisinya ada yang ambruk.
Selain itu, akses jalan masuk menuju tempat wisata alam ini berlumpur, serta hanya memiliki jalan setapak yang di kanan kirinya di tumbuhi semak belukar.

Baca: Isabel Tramp, Putri Ayu Azhari yang Beranjak Dewasa, Miliki Suara Bagus dan Sosok Penggemar Queen

Suyono warga setempat mengatakan, objek wisata Bukit Cogong sudah sangat lama tidak difungsikan lagi, terutama sejak sejumlah fasilitas pendukung mengalami kerusakan dan tak perbaiki.

"Sepertinya sejak akhir 2013 lalu mulai sepi, sejak fasilitas banyak rusak dan tak kunjung diperbaiki," ungkap Suyono.

Dilanjutkannya, akse jalan desa mulai rusak parah, hal itu diperkirakan membuat masyarakat atau pengunjung enggan berkunjung ke Bukit Cogong.

Suyono tidak tahu alasan pemerintah enggan memperbaikinya.
Ia mencoba mengingat kembali, beberapa tahun lalu biasanya ada pengunjung yang datang.

"Banyak masyarakat jualan, kemudian pemuda-pemuda disini ada pekerjaan jaga parkir, kalau sekarang tidak ada lagi, sayang betul tidak dimanfaatkan lagi," ujarnya. 
Kondisi Gazebo yang berada di Bukit Cogong Mulai Ditumbuhi Semak Belukar
Kondisi Gazebo yang berada di Bukit Cogong Mulai Ditumbuhi Semak Belukar (Tribunsumsel.com / Eko Hepronis)


Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM), Nibuansyah tidak mengetahui pasti mengapa objek wisata alam Bukit Cogong tidak diperbaiki pemerintah.

"Dulu disini lengkap seperti kebun binatang, ada siamang,  landak, ular,  kuda, iguana kemudian wahana permainan anak-anak ada ayunan, trombolin dan sepeda gantung," ujarnya.
Saat ini hewan yang tersisa hanya burung gagak, sedangkan kuda sudah mati karena tidak terawat.
Iguana juga hilang, diperkirakan dicuri Januari 2018.

"Yang tersisa hanya burung jalak ini lagi,  sore saya lepas, pagi saya tangkap masuk kan kandang, takut hilang seperti iguana kemarin," ungkap laki-laki 50 tahun ini. 

Nibuansyah mengatakan tahun 2015 lalu ada harapan objek wisata Bukit Cogong diaktifkan lagi.
Saat itu Dinas Pariwisata Kabupaten Mura memanggilnya dan meminta menginventarisir fasilitas yang mengalami kerusakan. 

"Awalnya mereka bilang mau mempelajari status objek wisata ini, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Padahal jelas status objek wisata Bukit Cogong ini areal peruntukan lain (APL) milik Mura, tidak masuk dalam taman nasional," terangnya.

Untuk itu, ia berharap objek wisata Bukit Cogong kembali dijadikan ekosistem seperti dulu, bisa sebagai tempat wisata dan tujuan berakhir pekan masyarakat Kabupaten Mura.

"Di sini suasanya tenang, lingkungannya alami. Harusnya wahananya diperbaiki, sehingga selain tempat wisata,  bisa juga dijadikan tempat praktek mahasiswa, seperti daerah Jawa," ucapnya.
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved