Berita Palembang

Instruksi Kapolda Sumsel Tembak Mati Bagi Pelaku Pembunuh Driver Online Teruji, Pelaku Serahkan Diri

Pihak keluarga tersangka meminta jaminan kepada Polsek Karang Dapo. Permintaan itu, agar tersangka yang menyerahkan diri tidak ditembak

Penulis: Farlin Addian | Editor: Siemen Martin
Tribun Sumsel/ Yohanes Tri Nugroho
Orantua Sofyan, drive taksi online korban perampokan dan pembunuhan foto bersama Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara di RS Bhayangkara Palembang, Rabu (14/11/2018) 

Instruksi Kapolda Sumsel Tembak Mati Bagi Pelaku Pembunuh Driver Online Teruji, Pelaku Serahkan Diri

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Tim Jatanras Polda Sumsel lambat laun mengungkap pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap Sofyan, driver online yang mencari nafkah di Palembang.

Setelah meringkus Ridwan alias Rido di Desa Sungai Lanang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), pada tanggal 29 Oktober 2018 lalu.

Baca: BREAKING NEWS : Pelaku yang Mencekik Sofyan Driver Online di Palembang, Diamankan Polda Sumsel

Satu lagi tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) atas nama FA (16) warga Dusun II, Karang Dapo, Kabupaten Muratara yang menyerahkan diri ke Polsek Karang Dapo.

Kapolsek Karang Dapo, IPTU Yani Iskandar mengungkapkan bahwa sebelumnya pada tanggal 13 Nopember 2018 Tim Jatanras Polda Sumsel dipimpinan AKBP Yoga Bagaskara tiba di Polsek Karang Dapo.

Maksud kedatangan Tim Jatanras Polda Sumsel tersebut mengajak anggota polsek melakukan pencarian dan penangkapan para palaku.

Baca: Update Driver Taksi Online Korban Pembunuhan, Struktur Gigi Bikin Polda Yakin Kerangka itu Sofyan

"Tapi saya bersama Kanit Reskrim polsek melakukan langkah-langkah persuasif kepada keluarga tersangka supaya menyerahkan diri," kata Yani.

Kemudian, pada tanggal 14 Nopember 1018, pihak keluarga tersangka menghubungi Kanit Reskrim Polsek Karang Dapo.

Pihak keluarga mengakui satu pelaku akan diserahkan ke Mapolsek.

Sebelum diserahkan, pihak keluarga tersangka meminta jaminan kepada Polsek Karang Dapo.

Permintaan itu, agar tersangka yang menyerahkan diri tidak ditembak.

"Pihak keluarga sudah ketakutan, telah beredar isu para tersangka yang belum ditangkap akan 'diselesaikan' (ditembak mati dalam keadaan hidup atau mati)," ungkapnya.

Sehingga, pada tanggal 15 Nopember 2018 sekira jam 13.00 WIB. Kapolsek dan anggota beserta keluarganya menjemput tersangka yang bersembunyi di Desa Krani Jaya, Kecamatan Nibung, Kabupten Muratara.

"Akhirnya pelaku diserahkan dalam keadaan sehat," ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved