Berita Palembang

Dishub Palembang Pergoki 200 Truk Barang Lewat di Jalan MP Mangkunegara, Meski Sudah Ada Larangan

Dinas Perhubungan Kota Palembang masih menemukan truk angkutan barang yang melintas di jalan dan jam yang dilarang saat uji coba

Dishub Palembang Pergoki 200 Truk Barang Lewat di Jalan MP Mangkunegara, Meski Sudah Ada Larangan
SRIPOKU.COM/ZAINI
Foto Ilustrasi Truk Kontainer Melintas di Jalan Palembang 
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dinas Perhubungan Kota Palembang masih menemukan truk angkutan barang yang melintas di jalan dan jam yang dilarang saat uji coba.
Padahal Dishub Palembang sudah memberlakukan pengaturan larangan bagi angkutan barang, Senin (12/11) kemarin.
Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Palembang, Marta Edison mengatakan, uji coba ini sudah berjalan selama tiga hari. 
"Tiga hari ini mulai kelihatan hasilnya, truk yang melintas di jalan yang dilarang pada siang berkurang. Namun, masih banyak ditemukan truk angkutan barang di Jalan MP Mangkunegara," ujarnya, Kamis (15/11/2018).
Dia juga mengatakan, truk angkutan barang yang melintas di Jalan MP Mangkunegara ada sekitar 200.
Hal inilah yang akan dievaluasi kedepan dengan mengajak orang gudang untuk melakukan diskusi. 
"Minimal kami minta orang gudang mengatur jam truk melintas, misalnya satu jam ada tiga truk yang keluar gudang sehingga tidak menumpuk," katanya. 
Jumlah truk yang mulai berkurang, karena ada opsi parkir sementara saat jam larangan diberlakukan.
Misalnya truk angkutan barang dari Lampung dapat parkir di Jalan Karya Jaya, dari Jambi dapat parkir sementara di Jalan Alang-alang Lebar. 
Sedangkan di Jalan MP Mangkunegara kapasitas jalan tidak dapat menampung truk untuk parkir.
Selama uji coba satu minggu ini, pihaknya belum memberlakukan sanksi karena masih diperlukan evaluasi bersama forum lalu lintas dan pakar ekonomi. 
"Hasil evaluasi baru dapat disimpulkan dan mencari solusi barulah akan diterbitkan perubahan Perwalinya," jelasnya. 
Peraturan Walikota Palembang Nomor 59 Tahun 2011 tentang pengaturan rute jaringan lintas mobil barang dalam Kota Palembang dan menindaklanjuti hasi rapat forum lalu lintas Kota Palembang.
 
Mulai Senin (12/11) lalu dilakukan uji coba pengaturan jaringan lintas angkutan barang di Kota Palembang mulai dari Jalan Parameswara menuju Pelabuhan Boom Baru, yang sebelumnya angkutan barang diperbolehkan melintas pukul 21.00 hingga 06.00.
Jalur yang dilarang untuk dilewati truk barang, yakni Jalan Jend Sudirman, Jalan Mayjen Ryacudu, Jalan Kapten A Rivai, Jalan Merdeka, Jalan Veteran, Jalan Angkatan 45, Jalan Perintis Kemerdekaan.
Jalan Rajawali, Jalan Srijaya Negara, Jalan M Isa, Jalan AKBP Cek Agus, Jalan Kol H Burlian, Jalan Bambang Utoyo, Jalan MP Mangkunegara, dan Jalan Brigjen Hasyim Kasim. 
Khusus untuk kendaraan barang yang akan keluar Kota Palembang dari arah Pelabuhan Boom Baru diperbolehkan melalui ruas Jalan Letkol Nuramin- Jalan Yos Sudarso- Jalan RE Martadinata.
Kemudian melalui Jalan Residen A Rozak- Jalan MP Mangkunegara- Jalan Residen Najamuddin- Jalan HM Noerdin Panji- Jalan Lejen Harun Sohar - Jalan Soekarno Hatta mulai pukul 09.00-15.00.
Sedangkan khusus untuk angkutan barang jenis Truk PS 125 (JBB maksimal 8 ton) diperbolehkan beroperasi 24 jam diruas Jalan Parameswara- Jalan Demang Lebar Daun- Jalan Basuki Rahmat- Jalan R Sukamto.
Jalan Residen A Rozak- Jalan RE Martadinatan- Jalan Yos Sudarso- Pelabuhan Boom Baru- Jalan MP Mangkunegara- Jalan HM Noerdin Panji.
Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved