Berita Palembang

Tak Hanya Terpaku Jadi Pegawai, Mahasiswa Dituntut Bisa Berwirausaha setelah Tamat Kuliah

Jiwa entrepreneurship "wirausaha" bisa diasah sejak masih berada di bangku kuliah.

Tak Hanya Terpaku Jadi Pegawai, Mahasiswa Dituntut Bisa Berwirausaha setelah Tamat Kuliah
Mahasiswa/i Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang fakultas Dakwah dan Komunikasi jurusan Manajemen Dakwah, disela- sela praktek mata kuliah Manajemen Marketing di PT Sinar Sosro "Teh Sosro". 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Arief Basuki Rohekan

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG---Jiwa entrepreneurship "wirausaha" bisa diasah sejak masih berada di bangku kuliah.

Selain menghasilkan uang jajan tambahan, entrepreneurship juga mengajarkan mahasiswa untuk menciptakan lapangan kerja.

Sehingga mindset mereka ketika lulus tak terpaku menjadi seorang pegawai.

Hal inilah yang dilakukan, sekitar 60 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang fakultas Dakwah dan Komunikasi jurusan Manajemen Dakwah, disela- sela praktek mata kuliah Manajemen Marketing di PT Sinar Sosro "Teh Sosro".

"Sekarang sudah banyak anak muda yang punya bisnis. Jadi mahasiswa setelah tamat kuliah, bisa punya pegangan berwirausaha sendiri untuk punya penghasilan, dan tidak terpaku sebagai pegawai," kata Dosen UIN Raden Fatah Palembang fakultas Dakwah dan Komunikasi jurusan Manajemen Dakwah, Sukron Nikmah.

Ia mengatakan, Indonesia butuh lebih banyak entrepreneur muda.

Sehingga, para mahasiswa harus tahu secara detil, bukan hanya teori yang dipelajari di buku saja untuk bisa bersaing kedepan.

"Jelas anak- anak mahasiswa antusias mengikutinya. Sehingga mereka tahu, kalau mau buka usaha harus begini, dan harus bisa menghadapi persaingan di pasar global saat ini," jelasnya.

Ditambahkan Sukron, dari hasil kunjungan ke Teh Sosro tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, agar usaha yang dilakukan tetap berjalan dan berkembang.

"Kita dapat pelajaran, jika harus tetap eksis, produk yang ditawarkan harus bisa menjaga kualitas dan mutunya, serta harus berinovasi. Meski teh botol Sosro sekarang kemasannya kotak, namun yang kemasan botol tetap dipertahankan, karena kemasan botol merupakan ciri khas sendiri dan pertama kali teh botol kemasan di Indonesia dan dunia," jelasnya.

Selain itu, pemasaran juga menjadi hal utama agar usaha tersebut bisa bertahan dan berkembang. Jika tidak dilakukan dengan strategi yang baik, bisa- bisa menjadikan perusahaan kalah persaingan.

"Jadi kita harus tahu persaingan global dan cara manajem pemasaran yang benar. Ini terlihat dari keberhasilan pihak teh sosro selama ini," pungkas Sukron.

Dia melanjutkan, fungsi perguruan tinggi berkembang dari agen pendidikan dan penelitian menjadi agen pembangunan budaya.

Sehingga, lanjutnya, ada pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved