Breaking News:

Ternyata LRT Palembang Pernah Ditekan Beban 40 Ton

Sebelum beroperasi di Kota Palembang LRT sudah melewati uji beban sampai 40 ton

Penulis: Prawira Maulana
Editor: Prawira Maulana
Tribun Sumsel/ Prawira Maulana
Direktur Utama PT Industri Kereta Api (PT INKA) Persero Budi Noviantoro hadir dalam acara Editor's Day "Membedah Produksi LRT Sumsel, Sebuah Karya Anak Bangsa" di Hotel Exelton Palembang, Selasa (30/10/2018) siang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sebelum beroperasi di Kota Palembang, kereta Light Rail Transit (LRT) sudah melewati uji tekanan. Masing-masing gerbong ditekan dengan beban seberat 40 ton.

Fakta ini diungkapkan Direktur Utama PT Industri Kereta Api (PT INKA) Persero Budi Noviantoro dalam acara Editor's Day "Membedah Produksi LRT Sumsel, Sebuah Karya Anak Bangsa" yang digelar Bisnis Indonesia Grup di Hotel Exelton Palembang, Selasa (30/10/2018) siang.

Seperti diketahui, rangkaian LRT Palembang merupakan produk dari PT INKA. Berbeda dengan LRT Jakpro yang diproduksi oleh pabrikan asal Korea Selatan.

Budi menegaskan proses uji tekanan tersebut dilakukan bersama dengan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT). "Jadi kalau BPPT menyatakan tidak lulus ya artinya tidak," kata Budi.

Uji tekanan dilakukan saat proses pengelasan gerbong awal atau car body selesai. Selain ditekan dari atas sebesar 40 ton, juga dilakukan uji beban di lantai gerbongnya. "Sebelumnya juga dilakukan uji sambungan pengelasan dengan cairan khusus," katanya.

Ini merupakan rangkaian uji yang harus dilalui. Dengan proses ini Budi menegaskan LRT Palembang sudah sangat layak.(pma)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved