Berita Gubernur Sumsel

BI Sumsel Undang Gubernur Herman Deru Buka Rakorwil TPID

Gubernur Sumsel Herman Deru menerima audiensi Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel, Senin (29/10).

BI Sumsel Undang Gubernur Herman Deru Buka Rakorwil TPID
Tribunsumsel.com
Gubernur Sumsel Herman Deru menerima audiensi Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel, Senin (29/10). Dalam kesempatan ini Bank Indonesia (BI) mengundang Gubernur Sumsel membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Pengendali Inflasi Daerah ( TPID) di Arista Hotel, Selasa (30/10). 
 
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Gubernur Sumsel Herman Deru menerima audiensi Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel, Senin (29/10).
Dalam kesempatan ini Bank Indonesia (BI) mengundang Gubernur Sumsel membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Pengendali Inflasi Daerah ( TPID) di Arista Hotel, Selasa (30/10).
"Saya akan usahakan datang dan buka Rakorwil itu. Karena ini penting dan  saat saya menjadi bupati saya lihat BI gencar melakukan berbagai kegiatan ke daerah-daerah," ujarnya.
Saat membuka audiensi HD juga sempat meminta rombongan Pjs Perwakilan BI Palembang maklum karena harus menunggu cukup lama.
Sebagai pemimpin yang dipercaya rakyat HD mengaku harus menerima semua tamu yang datang.
"Gubernur Ndeso yang begini. Semua saya terima dari hari pertama saya masuk kerja memang begitu," ujarnya setengah bercanda.
Sementara itu Pjs Perwakilan BI Sumsel, Hari Widodo mengatakan Rakorwil itu akan diikuti 17 kabupaten dan kota dan sejumlah OPD se Sumsel.
Selain rapat di level teknis dan high level meeting kegiatan itupun akan mereka manafaatkan untuk mempopulerkan aplikasi Simusi.
"Aplikasi ini untuk memantau harga di pasaran. Khususnya bagi pengambil kebijakan agar mereka bisa cepat merespon jika da komoditas yang mengalami kenaikan," ujar Hari.
Menurut Hariat Simusi ini sudah dikenalkan sejak 2016.
Bahkan aplikasi tersebut mendapatkan penghargaan dari Presiden sebagai program TPID terinovatif.
Semusi ini dapat digunakan dengan gadget setiap aplikasi gadget.
Dari aplikasi itu juga akan terpantau fluktuasi harga komoditas utana yang  bisa menjadi acuan pemangku kepentingan.
Selain Simusi dalam Rakorwil itu nanti BI juga akan kembali menggalakkan program GNNT.
Untuk masalah ini BI berharap dapat bekerjasama dengan Pemprov Sumsel untuk mengedukasi masyarakat penerima bantuan non tunai.
Selain rencana-rencana di atas, kedepan BI juga menggandeng pemerintah daerah  dan bekerjasama membuat destinasi pariwisata baru untuk memancing perbankan lainnya melakukan hal serupa.
"Ada destinasi pariwisata kerajinan kaij tradisional baru seperti di Tuan Kentang Kertapati atau Kampung Kapitan kita coba kembangkan dan perbaiki serta tingkatkan UMKM dengan cara mengubah konsep ke tamu wisata," jelasnya.
Atas usul Gubernur Sumsel Herman Deru, BI juga diharapkan dapat mengaplikasikan pembuatan destinasi baru tersebut di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS).
"Kita buat konsepnya, nanti kita harap bank lain bisa ikut berpartisipasi," jelasnya.
 
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved