Bupati Banyuasin Askolani
Askolani : Saya Kuat Karena Anak-Anak
Askolani duduk di kursi menandatangan berkas, sementara sang putri duduk di pundaknya.
PEMANDANGAN humanis terlihat dilakukan oleh Bupati Banyuasin, Askolani di ruang kerjanya. Selain sibuk menandatangani sejumlah berkas, ternyata dia nyambi mengasuh putri bungsunya, Nurul Khoirul Nisa Askolani Putri.
Seperti terlihat dalam foto di wall facebook Syaifuddin Zuhri, staf khusus bupati pada Jumat (26/10/2018) malam. Askolani terlihat duduk di kursi, tangan kanannya memegang pena sembari menandatangan berkas.
Sementara sang putri duduk di pundaknya. Kedua tangan Nurul memegang kepala sang ayah. Ia seperti bertopang dagu, melihat apa yang dikerjakan sang bupati yang baru sebulan dilantik menjadi bupati.
Askolani dengan raut senyum, seperti tak terganggu ulah manja putrinya. Namun tangan kirinya mendekap erat kedua kaki putrinya, agar bisa berada di pundaknya dengan nyaman.
Dalam lini masanya, Suaifuddin memberi judul foto itu, Peran Ganda. Dituliskannya, Peran ganda seorang ayah. Di satu sisi harus menjalankan tugas sebagai Bupati Banyuasin yang melayani masyarakat, dan di sisi lain harus mengasuh putri bungsunya Nurul Khoirul Nisa Askolani Putri.
Dua tugas berat yang harus dilakoni dengan penuh tanggungjawab.
Di bawahnya dia menulis sebuah tagar. #Hususonilaruhihjheryatialfatiha
Tagar ini berisi ajakan untuk mengirimkan surat Alfathihah kepada istri bupati, Hj Heryati Askolani, yang meninggal pada Kamis (19/10) lalu karena menderita kanker.
Foto humanis itu mendapat perhatian dari warga netizan. Hingga pukul 21.00 semalam. setidaknya sudah di-like 400 orang, 62 komentar, dan 41 kali dibagikan.
Hampir seluruhnya memberikan support kepada Bupati Askolani untuk tegar menjalankan tugasnya sebagai bupati, dan kewajibannya sebagai ayah bagi kelima anaknya.
Seperti diungkapkan Elly Apriyani dalam kolom komentaranya, "Semoga diberikan kekuatan dan selalu sabar u menghadapi anak2 pak, semoga bisa menjadi ayah dan bunda buat anak2 amin."
Hal senada juga diungkapkan, Huriatul Hasanah. "Semangat pak bupati semoga menjadi tambah semangat lagi ada yg nemani bpk bupati sibungsu yg cantik...biyar menganggu tapi semangat bpk bupati.."
Seperti diketahui, Hj Heryati Bin M Sa'ari Said, istri Bupati Banyuasin H Askolani, meninggal dunia di RS Siloam, Palembang, Kamis (18/10) sekitar pukul 21. 20 WIB.
Mantan anggota DPRD Banyuasin itu wafat setelah berjuang melawan penyakit kanker yang diderita sejak dua tahun terakhir.
Sebelum wafat almarhumah dirawat selama satu minggu dan telah menjalani pengobatan medis hingga ke luar negeri yakni Malaysia dan Singapura.
Pernikahan Askolani dan Heryati membuahkan lima anak, yaitu M Syarif Hidayatullah Askolani Putra, Nabila Askolani Putri, Siti Aisyah Askolani Putri, Nadira Askolani Putri, dan si bungsu Nurul Khoirul Nisa.
Pada malam takziah ke-3, H Askolani menyampaikan kata sambutan mewakili keluarga.
"Pada takziah malam pertama dan kedua selalu diwakili Pak Wabup H Slamet, karena saya belum kuat untuk menyampaikannya. Tetapi malam ini saya sendiri, saya kuat-kuatkan, karena anak-anak saya kuat dan mereka tegar," ungkap Askolani dengan suara serak dan membuat para jemaah ikut menangis.
Lebih lanjut dia berujar,"Sungguh berat cobaan ini, namun semua ini sudah ketentuan Allah, dan tidak ada pilihan harus kami terima dengan ikhlas."
"Maafkan istri saya, mohon doanya semoga almarhummah ditempatkan di surganya NYA," harapnya.
Askolani menjelaskan, bahwa Istrinya Hj Heryati memang sudah menderita sakit selama dua tahun terakhir ini.
"Dibilang sakit dia sehat namun dibilang sehat tapi sakit itu kondisi almarhumah. Sehari sebelum meninggal, saya sempat membatalkan beberapa agenda acara karena ingin menemani dia di rumah sakit. Namun almarhumah bilang dia sehat dan minta saya tetap pergi untuk memenuhi agenda acara. Almarhumah selalu meminta saya mementingkan kepentingan tugas sebagai Bupati dibanding kepentingan dia pribadi," kata Askolani.
Dengan derai air mata, orang nomor satu di Banyuasin mengisahkan anak bungsunya Nisa yang sempat bertanya siapa yang akan buat susu untuk dia. Ini pada saat jenazah almarhuma akan dimasukan ke liat lahat.
"Saya jawab nanti ayah yang buat, jawab Nisa ngak usah yah, biar adek buat sendiri, sedih saya air mata ngalir sendiri, dan oleh dia disapunya pakai tisu," ungkap H Askolani sedih. (hanafijal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/asuh-anak_20181027_001456.jpg)