Berita Pagaralam

Sempat Dilarang Pemerintah Kolonial Belanda, Tari Kebagh Resmi Dipatenkan Warisan Budaya Nasional

Tari Kebagh yang merupakan tari sambutan untuk tamu kehormatan datang ke Pagaralam resmi menjadi warisan tak benda Nasional tahun 2018

Sempat Dilarang Pemerintah Kolonial Belanda, Tari Kebagh Resmi Dipatenkan Warisan Budaya Nasional
Sripo/ Wawan Septiawan
Tari Kebagh yang merupakan tari sambutan untuk tamu kehormatan yang datang ke Pagaralam resmi dipatenkan sebagai warisan tak benda Nasional tahun 2018. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM-Tari Kebagh yang merupakan tari sambutan untuk tamu kehormatan yang datang ke Pagaralam resmi dipatenkan sebagai warisan tak benda Nasional tahun 2018.

SK penetapan Tari Kebagh diberikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sumatera Selatan kepada Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Pagaralam, Ali Akbat Fitriansyah, Rabu (24/10/2018).

SK penetapan juga disertai standar dari Tari Kebagh baik berupa gerakan tari, irama musik, dan pakaian tari yang digunakan.
Dengan diterimanya SK tersebut maka perdebatan yang selama ini terjadi tentang perbedaan gerakan tari, musik dan asal muasal tari Kebagh dianggap berakhir.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Pagaralam, Ali Akbar Fitriansyah mengatakan, dengan diterima ini membuktikan bahwa salah satu visi dan misi pemkot Pagaralam dibidang kebudayaan sudah tercapai karena Tari Kebagh sudah dipatenkan.

Baca: Ini Cara Gubernur Herman Deru Tumbuhkan Minat Anak-anak SDIT Al Furqon Jadi Entrepreneurship

Baca: French Open 2018 : Bertanding 51 Menit, Marcus Gideon/ Kevin Sanjaya Melaju ke Babak Kedua

"Alhamdulillah sekarang Tari Kebagh sudah tersertifikasi menjadi salah satu budaya takbenda Indonesia dari Kota Pagaralam Besemah," ujarnya.

Penyerahan ini baru secara simbolis dilakukan oleh Disdik Provinsi ke Disdikbud Kota Pagaralam.

Pasalnya secara resminya akan diserahkan langsung oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata melalui Dinas Pariwisata Provinsi kepada Kabupaten/Kota yang kebudayannya tersertifikasi secara nasional.

"Nantinya akan ada penyerahan langsung dari kementrian Kebudayaan dan Pariwisata kepada Walikota Pagaralam," katanya.

Ditegaskannya setelah sudah resmi di hak patenkan maka perlu tetap dilestarikan karena jika tidak maka warisan budaya takbenda yang sudah tersertifikasi akan dicabut.

Baca: ATM BRI Warna Hijau dan Biru Harus Diganti jika Tak Mau Diblokir, Ini Penjelasan Resmi BRI

Baca: Bocoran Terbaru BKN Tentang Jadwal, Waktu, dan Lokasi Tes CPNS 2018, Ini Penjelasannya

"Kita harus terus dipertahankan dan dilestarikan tidak hanya Tari Kebagh namun juga kesenian yang lain," harapnya.

Halaman
12
Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved