Berita OKI

BNN OKI Temukan Uang Ringgit Malaysia Saat Gerebek Pengedar Sabu di Zona Merah Mangun Jaya

BNN mendapatkan barang bukti 4 kantong kecil sabu seharga Rp 100 ribu, seberat 0,7 gram. Dan uang tunai ringgit Malaysia empat lembar

BNN OKI Temukan Uang Ringgit Malaysia Saat Gerebek Pengedar Sabu di Zona Merah Mangun Jaya
Sripo/ Mat Bodok
Kepala BNNK OKI H Ahmad SSos MSi didampingi personil membawa tersangka pengedar narkoba yang diamankan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG-Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), berhasil menangkap pengedar narkoba, Hairuddin (58) warga Kelurahan Mangun Jaya Kecamatan Kayuagung, Rabu (24/10/2018).

Menurut Kepala BNN OKI H Ahmad, Kelurahan Mangun Jaya merupakan zona merah. Sehingga, di lokasi tersebut selalu dilakukan pengawasan terhadap jaringan narkoba.

"Penangkapan ini atas informasi masyarakat yang sudah resah siang dan malam sehingga meresahkan," kata Ahmad.

Pada penggerebekan itu, BNN mendapatkan barang bukti 4 kantong kecil sabu seharga Rp 100 ribu, seberat 0,7 gram. Dan uang tunai ringgit Malaysia sebanyak empat lembar.

Baca: Lama Bungkam, Sule Akhirnya Ungkap Fakta Hubungannya dengan Pesinden Cantik Rita Tila

Baca: Lokasi Tes CPNS Lubuklinggau, Hanya Ada 150 Komputer, Kemungkinan Dibuat 2 Gelombang

Selain barang bukti narkoba jenis sabu-sabu juga diamankan 5 buah korek gas, dompet, 3 unit handphone, dan wadah minuman kecil sebagai wadah penyimpanan alat hisap.

"Tersangka mengakui barang bukti tersebut miliknya. Dan narkoba tersebut dari rekannya yang kini sudah melarikan diri," tutur Ahmad.

Kepala BNNK OKI, menghimbau kepada masyarakat agar jauhi narkoba dan jangan sekali-kali mencoba, karena bisa merugikan diri sendiri dan keluarga serta sekelilingnya.

Baca: Link Live Streaming Nonton Piala Asia Indonesia Vs Uni Emirat Arab (UEA) di RCTI, Via TV Online

"Kita mengimbau seluruh masyarakat agar perhatikan anak-anaknya jangan sampai termasuk menyalaguna narkoba jenis apapun," himbau Ahmad didampingi Kasi Pencegahan dan Pembinaan BNNK, H Zakaria SSos MSi.

Ketika ditanya selain Mangun Jaya, apakah ada target lain yang akan dikembangkan terkait bandar dan pengedar narkoba di OKI.

"Nanti, pasti ada di lokasi dan tempat berbeda," singkat Zakaria, selagi ada upaya pencegahan akan kita lakukan pencegahan dan bimbingan betapa bahaya narkoba.

Sementara itu, tersangka Hairuddin (58) mengakui, bahwa narkoba itu miliknya.

"Hasil penjualan narkoba cukup untuk saya beli rokok dan bisa makai narkoba," ujar kakek 16 cucu ini. (SP/ Mat Bodok)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved