Berita Sriwijaya FC

Berita Sriwijaya FC : Presiden SFC Antusias Dibentuknya Tim SAR, Namun Jangan Sampai Off Side

Sebenarnya sejak 2-3 tahun yang lalu, ia ingin beristirahat namun menurutnya tidak ada yang mau memegang tugas berat menjadi Presiden SFC.

Penulis: Hanafijal |
Sripo/ Fajeri
Presiden Sriwijaya FC sekaligus Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin bersama Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Direktur PT SOM Muddai Madang disela launching bus Sriwijaya FC, Sabtu (15/9/2018) 

TRIBUNSUMSEL.COM - Gubernur Sumsel Herman Deru mulai mengambil tindakan untuk penyelamatan Sriwijaya FC dari ancaman jurang degradasi Liga 1.

Herman Deru dalam jumpa pers di Palembang, Minggu (21/10/2018), membentuk tim penyelamat yang diberi nama Tim SAR.

Langkah Gubernur Sumsel yang baru dilantik ini merupakan jawaban dari banyaknya masyarakat yang mempertayakan sentuhannya untuk Sriwijaya FC.

Pada kesempatan itu, Herma Deru merinci nama pengurus dan anggota Tim SAR.

Berikut susunan Tim SAR :

Syahrial oesman (ketua)
Hendri zainuddin (wakil ketua)
Mursyid suwandi (Sekretaris)
Johan Syafri (wakil sekretaris)

Anggota : Baryadi, Ucok Hidayat, Elianudin HB, Ardani, dan Septiana Zuraidah ( dari Badan Arsip),

"tidak ada yang kaku di tim ini, berjalan independen, tidak ada maksud khusus mengeliminasi si A atau B. SFC harus fokus di prestasi. Bukan komoditas orang per orang. harus jadi kebanggaan masyarakat sumsel terus menerus," ungkap Deru.

Baca: Perjalanan Cinta Hotman Paris dan Istrinya, Tetap Romantis Meski Banyak Wanita di Kehidupan Suami

Baca: Replanting Sawit 10.880 Hektare di Muaraenim, Petani Terima Transfer Dana Rp 25 Juta per Hektare

Baca: Jadwal Keberangkatan dan Harga Tiket (Ongkos) Bus Damri Palembang-Baturaja, Cek di Sini

Baca: Jadwal Gubernur Sumsel Hari Ini : Bersama Garuda Indonesia Bahas Penerbangan Palembang-Jeddah

Baca: Belum Lama Rujuk, Nikita Mirzani Kembali Ngamuk Karena Kelakuan Dipo Latief, Singgung Soal Azab

Adanya tim tersebut disambut baik oleh Presiden SFC Dodi Reza Alex Noerdin, jika ada upaya-upaya kongkrit untuk turun tangan bersama-sama membangkitkan Sriwijaya FC.

"Bagus itu sudah ada yang berniat dan membantu dan peduli secara kongkrit untuk meneruskan kejayaan SFC. Tapi harus siap berkorban apalagi SFC tidak lagi disokong APBD. Beda dgn masa lalu"

"Kalau semua sudah rapi , baru saya akan bisa beristirahat setelah 10 tahun berkorban utk SFC. Alhamdulillah." katanya.

Dodi menambahkan, sebenarnya sejak 2-3 tahun yang lalu, ia ingin beristirahat namun menurutnya tidak ada yang mau memegang tugas berat menjadi Presiden SFC.

Lebih lanjut Dodi menjelaskan, Presiden Sriwijaya FC bertanggung jawab mencari sponsor, menggaji pemain, pelatih, merebut oerstasi dan menalangi kekurangan dana serta hal-hal lain didalam tim.

"Digajipun tidak. Semuanya butuh pengorbanan waktu, biaya, dan tenaga," ungkapnya.

Dodi menjelaskan, dengan kesibukannya akhir-akhir ini sebagai bupati Musi Banyuasin dan Ketua Kadin Sumsel semakin bertambah sehingga ia harus memberikan prioritas untuk melayani masyarakat.

"Sekarang saya lega, ada yang meneruskan kerja kami selama ini. Tapi semua harus ikut aturan dan regulasi FIFA," katanya.

"Jangan offside, jangan sampai SFC dibannded karena tidak ikut aturan," tambahnya.

Dengan diisinya tim SAR SFC ini dengan orang-orang yang cukup paham dengan sejarah SFC.

Ia yakin tim SAR ini paham dengan aturan di klub bola.

Menurutnya, didalam tim SAR Itu, ada tiga mantan manajer dibawah kepemimpinannya yang seharusnya bisa memback up dan tau aturan di dalam sebuah tim sepakbola.

"Saya berharap nantinya SFC bisa mendapatkan sponsor lebih banyak lagi, mengkonsolidasikan tim dan meraih prestasi. Semoga SFC semakin jaya ke depan. Dan sampai kapanpun saya akan siap apapun yg diperlukan untuk membantu SFC," terangnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved