Rupiah Anjlok Bikin Smartphone Samsung Makin Mahal di Indonesia

Rupiah Anjlok Bikin Smartphone Samsung Makin Mahal di Indonesia Samsung Indonesia turut melakukan penyesuian harga ponsel pintarnya di Indonesia

Tribunstyle
Samsung A& 

TRIBUNSUMSEL.COM - Rupiah Anjlok Bikin Smartphone Samsung Makin Mahal di Indonesia

Samsung Indonesia turut melakukan penyesuian harga ponsel pintarnya di Indonesia, menyusul pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang tembus Rp15.194 perdolar 
AS.

Baru-baru ini, Samsung membanderol Samsung Galaxy A7 senilai Rp4.499.000 di Indonesia melalui program pre-order tanggal 12-19 Oktober.

Harga itu cukup mahal untuk perangkat segmentasi menengah karena terpengaruh oleh peningkatan nilai tukar Dollar AS terhadap Rupiah.

Baca: Lama Tak Terdengar, Begini Kabar Istri Rhoma Irama, Ricca Rachim Sekarang

"Smartphone Flagship jadi makin mahal karena tergantung dengan exchange rate. Jadi kelihatan lebih mahal dan ini juga berpengaruh ke segmen lainnya," kata Head of Product Marketing IT & Mobile SamsungElectronics Indonesia, Denny Galant.

Meskipun harga Samsung Galaxy A Series naik, Samsung telah meng-upgrade Seri A menjadi seri semi flagship dari sebelumnya sebagai seri menengah.

Sebagai posisi, Samsung memposisikan Galaxy A7 (2018) sebagai perangkat kelas menengah dan Galaxy A9 (2018) sebagai perangkat mid-high.

Samsung juga mengklaim sebagai pendorong perangkat segmen mid-high dengan perolehan pangsa pasar sebesar lebih dari 80 persen.

Baca: Suzzanna Harus Santap Sesaji Ini Setiap Pagi, Kalau Enggak Ada Bisa Gawat

pemegang lisensi ponsel pintar Nokia, HMD Global justru menurunkan harga sejumlah perangkatnya. "Kita malah turun harga Nokia 2,3,5,6," kata Miranda Vania Warokka (Marketing Lead HMD Indonesia).

Hal itu terbukti, di situs resmi Nokia, ponsel pintar Nokia 3 dibanderol dengan harga Rp1,399 juta, jauh lebih murah dibanding saat peluncurannya Rp1,899 juta pada September 2017. Namun, ponsel pinar

Sementara itu, harga ponsel high-end Nokia 8 tidak mengalami perubahan harga tetap Rp6,499 juta.

Miranda menekankan sampai saat ini HMD Indonesia belum melakukan penyesuain harga produk-produk Nokia terkait pelemahan rupiah.

Baca: Rafathar Tak Mau Punya Adik, Alasannya Ini Malah Bikin Netizen Gemas

Bahkan, pelemahan mata uang rupiah tidak berpengaruh terhadap harga jual produknya di pasar dan pelemahan rupiah tidak mempengaruhi rencana-rencana HMD untuk pasar Indonesia.

Jangan Tertipu, Ini Cara Bedakan Charger Asli dengan yang KW Pada Merek-merek Smartphone Terkenal

Laporan Wartawan NexTren, Anggerhana Denni. R

TRIBUNSUMSEL.COM - Jangan Tertipu, Ini Cara Bedakan Charger Asli dengan yang KW Pada Merek-merek Smartphone Terkenal 

 Satu-satunya cara yang bisa kita lakukan jika charger smartphone rusak adalah dengan membeli yang baru.

Untuk mendapatkan barang yang asli atau ori, tentu saja kita harus membeli di toko resminya.

Namun, sayang tak sedikit orang yang lebih memilih membeli KW-nya lantaran menganggap membeli charger yang asli harganya lebih mahal.

Padahal, ada bahaya yang harus dihadapi smartphone kamu jika membeli charger palsu atau KW.

Bahaya tersebut di antaranya adalah bisa membuat smartphone rusak karena daya pada charger KW tak sesuai dengan aslinya, bahkan bisa mengakibatkan ponselmu meledak.

Lalu, bagaimana cara membedakan charger yang asli dan palsu untuk setiap merek smartphone?

Berikut ini ulasannya.

1. Samsung

Pembeda utama charger asli dan KW untuk ponsel Samsung adalah tulisan yang tercetak pada charger.

Jika tulisannya adalah 'A+' dan 'Made in China', bisa dipastikan jika charger tersebut adalah palsu.

2. iPhone

Versi palsu dari pengisi daya Apple iPhone banyak tersedia di pasaran.

Sangat sulit untuk membedakan antara charger palsu dan asli iPhone.

Charger asli iPhone tertulis 'Made in California'.

Selain itu, warna logo charger ori iPhone lebih gelap.

Kamu bisa menyimpulkan sendiri kan, jika charger iPhone kmau tak memiliki ciri-ciri di atas?

3. Xiaomi

Untuk mengetahui keorisinilan charger Xiaomi, kamu bisa mengukur panjang kabelnya.

Jika panjangnya kurang dari 120cm dan adaptornya besar, maka kemungkinan charger itu palsu.

4. OnePlus

Sangat mudah untuk mengetahui charger palsu OnePlus.

Saat kamu mencolokkan Dash Charger asli, simbol pengisian berubah menjadi flash, bukan simbol pengisian baterai biasa.

Jika hal tersebut tidak terjadi maka charger OnePlus milikmu itu palsu.

5. Huawei

Untuk mengidentifikasi apakah pengisi daya ponsel Huawei kamu asli atau tidak, cukup cocokkan informasi barcode pada pengisi daya dengan informasi tercetak pada adaptor.

Jika cocok maka asli namun jika tidak maka itu palsu.

6. Google Pixel

Google selalu menyediakan charger dengan sistem fast charging untuk smartphone Pixel-nya.

Namun, jika kamu membutuhkan waktu yang lama untuk mengisi daya Google Pixel-mu, bisa jadi charger milikmu itu palsu.

Nah, sebelum membeli charger, ada baiknya kamu membaca ulasan ini terlebih dahulu biar bisa bedakan mana yang ori dan mana yang KW.( *)

Sumber: Info Komputer
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved