Berita OKU Selatan

Petani Kopi OKU Selatan Semringah, Harga Kopi Terus Naik Sekarang Tembus Rp 20 Ribu per Kg

Harga kopi sepekan lalu Rp 18.000, kemudian terus meningkat kini mencapai harga Rp 19.500 hingga tembus Rp 20.000

Petani Kopi OKU Selatan Semringah, Harga Kopi Terus Naik Sekarang Tembus Rp 20 Ribu per Kg
Sripo/ Alan
Petani kopi di OKU Selatan sedang memetik kopi, Minggu (7/10/2018) 

TRIBUNSUMSEL.COM-MUARADUA-Harga kopi mulai naik, memberikan berkah tersendiri bagi mayoritas petani kopi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Minggu (7/10/2018).

Hal itu diungkap salah seorang Petani di Desa Pulau Beringin Kecamatan Pulau Beringin Joni. Ia menuturkan, beberapa pekan terakhir harga kopi terus mengalami peningkatan.

"Sebelumnya hanya Rp 17.800 namun sejak beberapa pekan terakhir terus mengalami kenaikan hingga Rp 19.500 perkilonya.l,"tutur Joni,

Diketahui sepekan lalu mengalami kenaikan dengan harga Rp 18.000 yang terus meningkat dengan Rp 19.500 hingga tembus Rp 20.000 yang disesuaikan dengan kualitas biji kopi.

Baca: Lelang Bonsai Bantu Korban Gempa dan Tsunami Palu, Walikota Prabumulih Beli Bonsai Serut Rp3,5 juta

Baca: Alfamart Gelar Khitanan Massal dalam Rangkaian Acara Mom and Kids Day Out di TWA Punti Kayu

Petani lainnya Hamid, warga Desa Simpang Luas Kecamatan Sungai mengharapkan, harga terus mengalami kenaikan setidaknya tanpa mengalami penuruan dari harga sekarang.

"Kita berharap harga berlangsung stabil, biasanya dalam kurun waktu tiga hari harga dapat kembali anjlok,"ujar Hamid.

Sementara itu seorang pengepul kopi, Edi mengatakan, harga kopi saat ini tergantung pada kualitas kopi yang diterima dari petani.

Untuk hasil kopi yang berkualitas bisa mencapai Rp 20.000 perkilonya.

Baca: Ditanya Siapa Penyebar Hoax Penganiayaannya, Ini Jawaban Tak Terduga Ratna Sarumpaet,Ternyata

Baca: Masih Terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan, Ini Kendala Dihadapi BPBD Sumsel

"Kalau kualitas kopinya kering dan tidak menghitam bisa saya beli dengan harga Rp 20.000 setiap kilonya,"kata Edi.

Dia menyayangkan pengelolahan kopi di wilayah OKU Selatan masih tergolong kurang baik. Dimulai dari pemetikan hingga proses penjemuran yang dilakukan petani.

"yang menyebabkan biji kopi diwilayah sekitar kurang berkualitas karena pengelolahan, seperti lama diperam setelah pemetikan dan menjemur kopi tidak pada tempat seharusnya,"ungkapnya. (SP/ALAN NOPRIANSYAH)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved