Penghasilan Tidak Tetap Ingin Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), Data dan Syarat Ini Harus Disiapkan

Untuk bisa memiliki rumah MBR pun tidak semua orang "beruntung" karena tidak semua pengajuan mereka ke perbankan disetujui

Penulis: Hartati | Editor: Wawan Perdana
Tribun Jogja/Yudha Kristiawan
Ilustrasi rumah bersubsidi 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Hartati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Rumah menjadi kebutuhan utama yang harus dipenuhi untuk memenuhi rasa aman dan nyaman.

Oleh sebab itu penjualan dan pertumbuhan pemukiman semakin pesat setiap tahun.

Sayangnya untuk memiliki rumah tidak semua orang bisa membelinya dengan cara tunai apalagi jika rumah itu kategori rumah komersil.

Baca: Kumpulan Lagu Slow Fourtwnty Paling Enak Didengar Untuk Menemani Aktivitas Kerja

Baca: Lihat Cantiknya Bonsai di Pameran Piala Kajari di Lapangan Taman Kota Prabumulih

Itulah sebabnya banyak pengembang yang menyediakan rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) atau biasa dikenal rumah bersubsidi untuk memenuhi permintaan pasar.

Untuk bisa memiliki rumah MBR pun tidak semua orang "beruntung" karena tidak semua pengajuan mereka ke perbankan disetujui apalagi jika tidak memiliki penghasilan tetap.

Bank biasanya akan mematok calon debitur apakah layak dan sanggup membayar angsuran berdasarkan penghasilan yang dimiliki dengan dikurangi tanggungan keluarga dan biaya lainnya yang juga harus dibayarkannya setiap bukan.

Baca: Tiru Gaya Hotman Paris, Cara Berpakaian Gading Marten Justru Jadi Sorotan

Baca: Anji Manji Ungkap Kesalahan Besar 11 Tahun Lalu di Ultahnya, Alasan Saya Menunjukan Hal Baik

Jika dinilai calon debitur mampu membayar dan memiliki kecil resiko kredit menunggak barulah dikabulkan.

Haed of Consumer Load Bank BTN Palembang H Sabki mengatakan masyarakat yang tidak memiliki penghasilan tetap juga bisa memiliki rumah. Syaratnya pun cukup mudah dan prosesnya sama cepatnya seperti akad kredit bagi pemohon lainnya.

Syarat yang harus dipenuhi yakni identitas diri berupa KTP suami istri, NPWP, surat nikah, data penghasilan dari kelurahan, kalau punya usaha berupa perusahaan yang memiliki izin yang dikeluarkan pemerintah maka melampirkan surat keterangan dari kelurahan jika memiliki usaha dan juga menyertakan bukti surat izin usahanya.

Baca: Rossi, Marquez, Pebalap Moto GP Lain Dukung Indonesia Bangkit dari Bencana: Indonesia in Our Hearts

Baca: Hasil Latihan Bebas MotoGP Thailand (Buriram), Lorenzo Kecelakaan Parah, Ini Hasilnya

"Kalau usaha hanya usaha rumahan misalnya menjahit, berdagang ya tidak perlu melampirkan SIUP atau Situ, yang melampirkan SIUP atau SITU hanya usaha perusahaan atau CV," jelas Sabki.

Proses selanjutnya bank akan memverifikasi data sekaligus melakukan survei lapangan di mana lokasi usaha pemohon. Jika lokasi berada di dalam kota Palembang prosesnya cepat, lima hari survei dan jika dinyatakan layak langsung akan langsung melanjutkan proses akad.

"Kadang kala kendalanya lama karena usaha pemohon di luar Palembang dan akses menjangkaunya juga sukit, misalnya di kawasan Parit, jalur atau daerah perairan lainnya sehingga terkendala transportasi," ujarnya.

Baca: 10 Bulan 5 Kali Pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Lahat, Rudi Thamrin Jabat Tidak Sampai 2 Bulan

Baca: Update Berita Ratna Sarumpaet : Pengacara Heran, Polisi Gunakan Pasal ini untuk Kasus Ratna

Data yang harus disiapkan:

- Identitas diri berupa KTP suami istri
- NPWP
- Surat nikah
- Data penghasilan dari kelurahan
- Melampirka SIUP/SITU kalau punya usaha berupa perusahaan yang memiliki izin yang dikeluarkan pemerintah

Prosedurnya:
- Pemohon mengajukan permohonan ke bank
- Bank akan mensurvei lokasi usaha dan pemohon
- Jika layak, lima hari disetujui
- Dilanjutkan proses akad

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved