Movie Making Kelas Ekstrakurikuler SMA Kusuma Bangsa (Kumbang), Mau Bergabung Harus Lolos Seleksi

Jumlah peserta memang sengaja dibatasi demi keefisienan proses pelaksanaannya. Untuk bergabung maka harus lolos seleksi

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
Surono bersama siswa SMA Kusuma Bangsa (Kumbang) yang tergabung dalam ekstrakulikuker movie making (moma) sedang berdiskusi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Sebanyak 23 siswa dan siswi SMA Kusuma Bangsa (Kumbang) memilih mengikuti ekstrakulikuker movie making (moma) di sekolahnya.

Berawal dari penasaran, lama-lama jadi kegemaran. Itulah mayoritas alasan dari anggota yang ikut dalam ekstrakulikuler unik ini.

Salah satunya Nabila (15) anggota dari moma yang mengaku awalnya penasaran dan kemudian coba-coba ikut bergabung.

"Pas sudah ikut ternyata asik juga ya, soalnya kita bisa belajar buat film, mulai dari belajar bikin naskah, editing, video dan masih banyak lagi,"kata Nabila saat ditemui Tribun disekolahnya, Kamis (4/10/2018).

Baca: Bukan Hujatan, Iwan Fals Malah Sebut Prabowo dan Ratna Sarumpean Hebat, ini Alasannya

Baca: Bukan Rekening Pribadi, Ratna Sarumpaet Bayar Oplas Pakai Rekening Bantuan Korban KM Sinar Bangun

Siswi kelas 11 IPS 5 ini mengatakan sangat menikmati bergabung menjadi anggota dari moma.

"Senang sekali, karena kami bisa kumpul, tukar pendapat, diskusi, melatih kekompakan kami juga, soalnya kalau mau buat film kan harus ada kerjasama tim, pokoknya seru deh,"ujarnya sembari tertawa.

Selain itu ada pula Jason (16), siswa kelas 11 IPS 5 ini mengaku ikut kegiatan ini karena ingin mencoba sesuatu yang baru baginya.

"Selain itu, kebetulan saya memang suka videografi, jadi memang sekalian bisa mengasah bakat juga,"ungkapnya dengan malu-malu.

Baca: Gubernur Herman Deru Sidak Samsat, Saat Ditanya Tentang Program Pemutihan, Ini Jawabnya

Baca: Update Gempa Donggala : Sergio Ramos Ajak Masyarakat Bantu Korban Gempa dan Tsunami Lewat UNICEF

Sementara itu, Guru Pembimbing Moma, Surono mengatakan untuk bergabung dalam ekskul ini harus melewati tahap seleksi terlebih dahulu.

"Jadi mereka mendaftarnya lewat situs resmi Kumbang, kalau memang pesertanya banyak, kami lihat-lihat dulu. Setelah itu diadakan seleksi dengan beberapa tes sesuai dengan bagian yang menjadi pilihan mereka."

"Misal kalau jadi pemain maka harus casting, penulis naskah ya kami minta menulis, vidoegrafer tesnya merekam gambar dan lain-lain,tapi nanti dalam prosesnya akan kami ajarkan lebih mendalam, seleksi itu hanya untuk melihat semangatnya saja,"paparnya.

Surono mengatakan sebenarnya siswa yang ingin bergabung di Moma cukup banyak.

Baca: Bertubi-tubi, Kubu Prabowo-Sandiaga Dilaporkan ke Polisi Buntut Hoax Ratna Sarumpaet, Ini Daftarnya

Baca: Piala Asia U-19 : Egy Maulana Vikri Dipastikan Datang, ini Jadwal Pertanding Timnas Indonesia U-19

"Tapi kami memang sengaja membatasi, demi keefisienan proses pelaksanaannya. Sebenarnya batas anggota maksimal hanya 20 tapi karena memang banyak yang berminat kami lebihkan sedikit menjadi 23 orang, "ujarnya.

Ia mengatakan ekskul yang diadakan seminggu sekali dengan durasi kegiatan selama 2 jam tersebut, bertujuan untuk membantu mengembangkan bakat serta minat dan potensi dari siswa di Kumbang.

Termasuk untuk membantu mengarahkan aktivitas sehari-hari dari para siswa ke arah yang positif.

"Seperti yang kita tahu siswa di Kumbang sangat dekat dengan kemajuan teknologi, contohnya belajar pun menggunakan ipad."

"Nah maka dari itu selain untuk belajar, kami mencoba untuk mengarahkan kelebihan ini kearah yang positif, supaya mereka dapat memaksimalkan kemampuannya dalam menggunakan alat teknologi, "paparnya.

Baca: Asian Para Games 2018 : Inapgoc Berencana Tambah 2000 Tiket Opening Ceremony, Begini Cara Belinya

Baca: Tagihan Listrik Capai Rp 18 Juta, Penghuni Rumah Salahkan Kucing

Untuk prestasi, ekskul Moma terbilang cukup banyak mengukir prestasi. Tahun lalu, film berjudul " Tanda Tangan" Mengantarkan mereka masuk sebagai 8 Terbaik Nasional Lomba Film Pendek dari Badan Ekonomi Kreatif Tentang Hak Cipta.

Surono mengatakan, setiap tahunnya Kumbang selalu membuatkan acara untuk menonton bersama hasil karya kreatifitas muridnya dengan nama kegiatan Cinema Kumbang (Cinkum).

Kegiatan tersebut diadakan diluar sekolah, seperti di RRI dan CGV Sosial Market.

"Pada saat tayang di CGV tahun 2016 lalu, saat itu kami menjadi satu-satunya sekolah di Sumsel yang mengadakan kegiatan nonton bersama dengan menjual tiket dan banyak yang nonton dari berbagai kalangan," ujarnya.

Kedepannya kami kembali akan mengadakan Cinkum di RRI pada bulan Oktober mendatang.

"Pertunjukannya bukan hanya film pendek saja, tapi juga bisa video klip, semi profil dan masih banyak lagi dengan total dan saat ini persiapannya sudah memasuki 70 persen, "tutupnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved