Filipina, Bangladesh Pesan Trainset PT INKA Desain Kekinian, tak Terlepas dari Sosok 200 Orang Ini

INKA mengdepankan engineer-engineer muda untuk membuat desain kereta demi lahirnya desain dengan sentuhan "kekinian"

Filipina, Bangladesh Pesan Trainset PT INKA Desain Kekinian, tak Terlepas dari Sosok 200 Orang Ini
Tribunsumsel.com/ Aang
PT INKA sejauh ini sudah mengekspor trainset ke Bangladesh berupa 450 gerbong kereta api penumpang 

TRIBUNSUMSEL.COM, MADIUN - 200 engineer (ahli mesin) muda berusia di bawah 30 tahun menjadi tulang punggung perusahan pembuatan kereta dalam negeri PT INKA, yang hingga kini masih eksis sebagai satu-satunya perusahaan manufaktur kereta di Asia Tenggara.

Direktur utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro, mengatakan keterlibatan anak-anak muda ini menjadi sesuatu yang membanggakan karena berkat hadirnya mereka ini membuat INKA mampu menjajal pasar Asia, bahkan menyejajarkan Indonesia dengan China.

Baca: Jadwal Siaran Langsung UFC 229, Conor McGregor vs Khabib Nurmagomedov, Pertandingan Paling Dinanti

PT INKA sejauh ini sudah mengekspor trainset ke Bangladesh berupa 450 gerbong kereta api penumpang, kemudian ke Filipina berupa tiga lokomotif dan enam KRD.

Baca: Update LRT Palembang, Trainset Kedelapan Lebih Canggih, Simak Teknologi Terbaru dan Keunggulannya

Saat ini, INKA juga menerima permintaan dari Thailand, namun masih proses negosiasi untuk pembuatan 50 lokomotif. 

Baca: Usai Laga Ujicoba Melawan Myanmar dan Hongkong, PSSI Rilis 50 Pemain Untuk ke Piala AFF 2018

"Dalam pembuatan kereta itu, biayanya sekitar 50 persen itu untuk pembuatan desain. Nah, ini yang buat desainnya justru anak bangsa sendiri yang dibayarnya pakai Rupiah. Coba bayangkan jika yang buat tenaga kerja asing, maka biaya pembuatan bakal mahal," kata Budi.

INKA mengdepankan enginer-enginer muda untuk membuat desain kereta demi lahirnya desain dengan sentuhan "kekinian".

Anak-anak muda ini sebagian besar lulusan perguruan tinggi dalam negeri, tapi ada juga beberapa yang lulusan universitas di luar negeri seperti dari Jepang.

"Kami ada memakai jasa expert (ahli) dari Eropa, tapi cuma dua hingga tiga orang saja, selebihnya putra-putra terbaik kita semua," kata Budi.

kereta bangladesh
kereta bangladesh ()

Ia mengatakan karya anak bangsa ini pun telah dibuktikan dengan berhasil membuat trainset LRT Palembang yang sukses beroperasi saat Asian Games XVIII pada Agustus 2018.

"Persentase pangsa pasar saat ini masih 40 persen luar negeri dan 60 persen dalam negeri, ke depan akan dibalik karena kami menyakini pasar dalam negeri bakal jenuh. Rencana ke depan, kami akan membidik pasar Afrika dan Amerika Latin," kata dia.

Ia memperkirakan peluang Indonesia sangat terbuka untuk memenangkan persaingan pasar, apalagi pada 2020 menargetkan untuk konten lokal mesinnya sudah bisa meningkat menjadi 80 persen dari 40 persen.

"Untuk body luar kereta sudah bisa 80 persen, tinggal mesinnya saja. Tapi dengan adanya rencana Kementerian BUMN akan dibuat di dalam negeri juga oleh Barata dan Pindad, ini menjadi suatu angin segar," kata dia.

Penulis: Aang Hamdani
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved