Dolar Tembus Rp 15 ribu Tertinggi dalam 20 Tahun, Ini Upaya Intervensi Bank Indonesia

Melemahnya rupiah ternyata juga diikuti oleh mata uang lainnya termasuk mata uang negara raksasa seperti Inggris dengan Poundsterling

Dolar Tembus Rp 15 ribu Tertinggi dalam 20 Tahun, Ini Upaya Intervensi Bank Indonesia
Tribunnews.com/Herudin
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Nilai tukar dolar terhadap rupiah akhirnya menembus level baru Rp 15.000. Berdasarkan data perdagangan Reuters, Rabu (3/10/2018), dolar AS pagi ini dolar berada di level Rp 15.085 dan sepanjang pagi ini dolar bergerak pada kisaran Rp 15.050 hingga Rp 15.090. Ini merupakan level tertinggi nilai tukar dolar dalam 20 tahun terakhir.

Melemahnya rupiah ternyata juga diikuti oleh mata uang lainnya termasuk mata uang negara raksasa seperti Inggris dengan Poundsterling ya juga ikut melemah, begitu juga dengan Euro, mexican peso dan swedish krona.

Menanggapi melemahnya Rupiah terhadap dolar, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Hari Widodo mengatakan sebelumnya Rupiah juga sempat menguat dan kalau sekarang melemah, penyebabnya masih sama yaitu masih adanya tekanan dampak perekonomian global dan aspek makroekonomi Indonesia yang dalam kondisi current account deficit.

Baca: Politisi PSI Ikut Komentar Terkait serangan Komentar ke Akun Rio dan Atiqah, Kasus Ratna

Baca: Instagram Gangguan, Pengguna Tak Bisa Akses Akun Baik di Mobile Maupun PC

Hal ini disebabkan karena supply valas lebih kecil dibanding permintaannya.

Bank Indonesia selalu menjaga agar volatilitasnya tetap stabil, tidak fluktuatif. Kalaupun terjadi pelemahan karena dampak global tadi, volatilitasnya tetap dijaga.

Pemerintah bersama BI dan otoritas lainnya selalu hand in hand untuk mengawal stabilitas nilai Rupiah.

"BI selalu hadir di pasar melalui intervensi baik di pasar Valas maupun Pasar sekunder untuk Surat Berharga Negara (SBN) dan melalui kebijakan lainnya. Selain itu Pemerintah juga telah mengeluarkan beberapa kebijakan ekonomi untuk mengurangi current account deficit," ujarnya, Rabu (3/10/2018).

Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved