Ratna Sarumpaet Dipukuli Hingga Luka Lebam, Ini Terawangan Mbah Mijan
Beredar kabar Aktivis Ratna Sarumpaet dipukuli oleh oknum tak dikenal, dampak dari pemukulan tersebut, menyebabkan wajah Ratna bonyok
TRIBUNSUMSEL.COM - Beredar kabar Aktivis Ratna Sarumpaet dipukuli oleh oknum tak dikenal.
Dampak dari pemukulan tersebut, menyebabkan wajah Ratna bonyok, hal tersebut terlihat dari beberapa foto yang beredar di dunia maya.
Baca: Ikut Jadi Korban, Pasha Ungu Nyanyikan Lagu untuk Korban Tsunami & Gempa Donggala-Palu, Sedih
Adanya pemukulan tersebut, seorang paranormal selebriti bernama Mbah Mijan ikut berkomentar atas pemukulan terhadap ratna.
Baca: Raffi Ahmad Akui Suami Istri dengan Titi Kamal, Netizen Bandingkan dengan Ayu Ting Ting
Melalui akun twitternya yang telah terverifikasi, @mbah_mijan.
Sore ini buka twitter dan trendingnya Ratna Sarumpaet dianiaya hingga lebam. Sedikit shock tapi langsung cari info valid (saya udah kapok kalo nelen mentah kabar, udah pengalaman), dan ternyata benar, foto yang tersebar bukan dirinya. RIP Hoax bisa gak yaa?
Kemudian, ia 'menerawang' apakah benar dipukuli atau tidak.
Awalnya saya berfikir, benarkah lebam karena dikeroyok, bisa saja lebam karena jatuh atau apa, tapi ternyata itu hoax.
Abaikan foto yang ke empat, karena tidak ada hubungannya sama sekali, terimakasih

Sungguh mengejutkan kabar penganiayaan yang melanda aktivitas dan seniman senior Indonesia, Ratna Sarumpaet.
Marak beredar foto Ratna Sarumpaet yang wajahnya tampak bonyok. Pro dan kontra di lini masa twitter pun berseliweran.
Ratna Sarumpaet disebut-sebut telah dianiaya sejumlah orang tak dikenal (OTK).
Namun belum diketahui secara pasti apa penyebabnya.
Tampak Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon berdiri bersisian dengan Ratna Sarumpaet di foto itu.
Ferdinand @LawanPolitikJKW di Twitter menuliskan
Alhamdulillah, saat ini update terbaru. @fadlizon sdh bertemu @RatnaSpaet
Semoga lebih baik dan cepat pulih.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku sempat menjenguk aktivis Ratna Sarumpaet pada Minggu (30/9/2018) di kediaman Ratna.
Menurut Fadli, Ratna mengalami penganiayaaan di area parkir mobil, di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung.
Peristiwa tersebut terjadi pada 21 September 2018.
"Jadi beliau juga sedang recovery karena ada luka jahitan di bagian kepala, oleh oknum-oknum yang saya kira melakukan satu tindakan keji pada Mbak Ratna," ujar Wakil Ketua DPR ini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).
Selain mengalami luka di kepala, lanjut Fadli, Ratna juga mengalami trauma.
Pasca-kejadian pemukulan, Ratna pun enggan untuk menceritakan kejadian tersebut kepada koleganya.
Dalam pertemuan itu, Ratna juga tidak menceritakan kepada Fadli mengenai ciri-ciri pelaku pemukulan.
Namun, menurut Fadli, Ratna memprediksi penganiayaan tersebut dilakukan oleh dua sampai tiga orang.
"Mbak Ratna sendiri memang tidak ingin diekspose sebelumnya karena ingin proses recovery dan juga tentu juga saya yakin beliau juga mengalami trauma, tidak pernah menyangka dalam hidup beliau ada satu perlakuan seperti itu," kata Fadli.
"Penganiayaan itu dilakukan oleh mungkin dua sampai tiga orang laki-laki, di parkiran, di luar mobil. Tapi mengenai detailnya saya belum tahu," tuturnya.
Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan, pada Senin (1/10/2018) malam, Prabowo dan Sandiaga menerima foto Ratna dengan muka lebam dan langsung dikonfirmasi kepada yang bersangkutan.
Menurut Dahnil, berdasarkan pengakuan, Ratna dikeroyok orang tidak dikenal di bandara di Bandung lalu dimasukkan ke dalam sebuah mobil pada Jumat (21/9).
''Jadi, kejadiannya sudah lama dan kami baru tahu tadi malam. Ternyata beliau ketakutan, trauma sehingga tidak melaporkan dan tidak mengabarkan kepada siapa pun, dan kami pun tidak tahu kenapa beliau sangat takut," ujarnya.
Menurut dia, Ratna ketakutan pascakejadian penganiayaan tersebut dan dirinya tidak tahu penyebabnya.
Dahnil mengatakan, saat ini Ratna berada di rumahnya di daerah Tebet, Jakarta Selatan.
Dugaan penganiayaan yang terjadi pada aktivis Ratna Sarumpaet telah terdengar hingga Mabes Polri.
Namun, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengaku belum menerima laporan dari yang bersangkutan atas tindakan penganiayaan.
"Saya dapat fotonya. Tapi sampai sekarang saya belum dapat laporan apakah yang bersangkutan lapor polisi," ujar Setyo di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (2/10/2018).
Berdasarkan informasi yang diterimanya, aksi penganiayaan itu terjadi pada 21 September lalu, oleh orang tak dikenal di Bandung, Jawa Barat.
Jenderal bintang dua itu mengaku telah menghubungi Polda Metro Jaya serta Polda Jawa Barat.
Namun di kedua tempat tersebut tak ada laporan dari Ratna.
Ia pun meminta Ratna untuk melaporkan aksi penganiayaan yang diterimanya kepada kepolisian.
Sehingga, kata dia, pihaknya bisa menindaklanjuti kasus tersebut bila ada laporan yang masuk.
"Di Polda Metro tidak ada (laporan). Saya cek Kabid Humas Polda Jabar juga bilang belum ada," kata mantan Wakabaintelkam itu.
"Sebagai warga negara mereka punya hak melapor dan polisi akan melayani sama seperti warga negara lain," tukas Setyo.
Sebelumnya diberitakan, foto Ratna Sarumpaet dengan wajah lebam beredar melalui aplikasi pesan Whatsapp. Wajah aktivis itu terlihat bengkak di beberapa bagian, seperti dibagian matanya.
Namun hingga berita ini diturunkan, Tribunnews.com belum bisa mengkonfirmasi kepada pihak Ratna Sarumpaet.