Begini Bentuk Rumah Paling Mahal di Dunia, Harganya Capai Rp19,5 Triliun

Bangunan setinggi 173 meter dengan luas lebih dari 37.000 meter persegi itu mendominasi kawasan sekitar

Begini Bentuk Rumah Paling Mahal di Dunia, Harganya Capai Rp19,5 Triliun
Net
Antilia, rumah termahal di dunia milik seorang pengusaha di Mumbai, India 

TRIBUNSUMSEL.COM - Sebuah rumah yang memiliki 27 lantai, tiga landasan helikopter, sebuah bioskop, dan beberapa kolam renang di Kota Mumbai, India diklaim sebagai rumah paling besar dan mahal di dunia. 

Tribun-Video.com melansir Daily Mirror, Rabu (26/9/2018), rumah itu dihuni lima orang, yaitu sang pemilik -- Mukesh Ambani -- bersama Nita sang istri dan ketiga anak mereka. 

Baca: Tak Hanya Penampilan, Luna Maya Rela Lakukan Hal Ini Demi Dibilang Mirip Suzanna

Meski dihuni lima anggota keluarga, di rumah tersebut ada 600 staf yang dipekerjaan. 

Baca: Anda Alami Kesulitan-Kesulitan ini Saat Mendaftar CPNS 2018, Berikut Solusinya dari BKN

Ketika ditelisik, harga rumah tersebut diperkirakan mencapai 1 miliar pound sterling atau sekitar Rp19,5 triliun. 

Mukesh Ambani (61) merupakan seorang pengusaha yang memimpin dan mengelola perusahaan gas raksasa Reliance Industries, sebuah perusahaan terkemuka di India.

Perusahaan tersebut didirikan oleh ayah Mukesh, Dhirubai Ambani. 

Ambani disebut orang paling kaya di dunia. 

Dia pun menamai properti mewahnya itu Antilia. 

Menurut www.newsheads.in, nama tersebut merupakan nama sebuah pulau dongeng di Samudra Atlantik. 

Bangunan setinggi 173 meter dengan luas lebih dari 37.000 meter persegi itu mendominasi kawasan sekitar.

Selain itu, rumah tersebut juga dirancang tahan dari guncangan hingga Magnitudo 8. 

Menurut majalah Forbes, Ambani merupakan orang terkaya di dunia dalam daftar orang-orang terkaya tahun 2017. 

Kekayaan Ambani mencapai sekitar 34 miliar pound sterling atau sekitar Rp668 triliun. 

Selain memiliki perusahaan gas terbesar, dia juga memiliki tim kriket India Premier League dan sebuah universitas. 

Ambani dan saudaranya dilaporkan mengambil alih perusahaan setelah kematian ayah mereka pada 2002. 

Simak videonya di bawah

. (Tribun-Video.com/Vika Wididastuti)

Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved