Pilpres 2019

Sah, Bahasa Ini yang Dipakai Berdebat Jokowi-Prabowo di Pilpres 2019, KPU Rencanakan 5 Kali Debat

KPU menyebut pihaknya berencana menggelar debat pasangan calon presiden dan calon wakil presiden sebanyak lima kali

Sah, Bahasa Ini yang Dipakai Berdebat Jokowi-Prabowo di Pilpres 2019, KPU Rencanakan 5 Kali Debat
TRIBUN/DANY PERMANA
Calon Presiden Joko Widodo (kiri) dan Prabowo Subianto (kanan) menghadiri debat Capres di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014). Debat Capres yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum tersebut merupakan rangkaian menuju proses Pilpres yang akan digelar 9 Juli mendatang. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Arief Budiman menyebut pihaknya berencana menggelar debat pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) sebanyak lima kali.

Jumlah tersebut sama dengan Pemilu Presiden 2014.

Menurut Arief, belum ada pembahasan detail mengenai mekanisme debat.

Baca: Duet SBY-AHY Menyerang dari Darat Menangkan Prabowo dan Demokrat, 150 Daerah Siap Dikuasai

Dari lima kali debat, bisa saja tiga kali debat khusus untuk debat capres dan dua kali debat cawapres.

Baca: Raffi Ahmad Pamer Penampilan Nagita Slavina dengan Wajah Bentol-bentol, Netizen Tetap Puji Cantik

Atau, bisa juga keseluruhannya debat pasangan capres-cawapres.

"Ada dua desain (debat capres). Satu, tiga kali capres, terus dua kali cawapres, misal begitu. Atau bisa juga lima kalinya akan dilakukan barengan semua (pasangan capres-cawapres)," kata Arief di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018).

Baca: Aksi Baim Wong Hebohkan Stasiun Kereta Api, Kenakan Kostum Power Ranger Tapi Lihat Alas Kakinya

Sejauh ini, KPU juga belum menyusun jadwal debat Pilpres.

Baca: Oded si Walikota, Pernah di PHK Bahkan Menjual Es Tongtong

Namun, rencananya debat akan mulai digelar tahun 2019.

"Mungkin debatnya itu di 2019 lah. Januari satu kali, Februari satu kali, Maret satu kali, begitu misalnya. Kemudian nanti April kita bikin dua kali, tiga kali gitu," ujar Arief.

Namun demikian, Arief memastikan debat Pilpres akan digelar menggunakan Bahasa Indonesia, tidak menggunakan Bahasa Inggris seperti yang diusulkan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, maupun Bahasa Arab sebagaimana yang diusulkan kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sebab, debat Pilpres tujuannya untuk disimak oleh orang Indonesia.

Oleh karenanya, harus menggunakan bahasa yang dimengerti seluruh warga negara.

" Debat Bahasa Indonesia, wong debat itu yang menyaksikan siapa? Orang Indonesia," tutur Arief.

Namun demikian, jika ada pihak yang mengusulkan debat menggunakan bahasa asing, pihaknya tetap akan menampung. Tetapi, untuk pelaksanaannya, perlu dipertimbangkan kembali.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Debat Pilpres Direncanakan Digelar 5 Kali, Menggunakan Bahasa Indonesia", https://nasional.kompas.com/read/2018/09/21/16145941/debat-pilpres-direncanakan-digelar-5-kali-menggunakan-bahasa-indonesia.

Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved