Breaking News:

Berita Prabumulih

Sejumlah Dokter Usul Pindah, Walikota Prabumulih Ridho Yahya Ancam Lapor ke Polisi, Ini Alasannya

Dari data BKPSDM Pemkot Prabumulih sebanyak 70 orang pegawai yang diantaranya banyak pejabat dan dokter mengusulkan pindah

Penulis: Edison | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Edison
Walikota Prabumulih Ridho Yahya 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM mengancam, akan memidanakan sejumlah dokter yang menyandang status aparatur sipil negara (ASN) di Prabumulih yang hendak pindah ke luar daerah.

"Mereka mau pindah silakan, tapi kita akan lapor ke kepolisian, kita akan tuntut kembali, kan mereka (dokter-red) dalam pernyataannya harus beberapa tahun mengabdi disini (Prabumulih)."

"Kecuali kalau mereka pegawai biasa silakan pindah, tapi untuk dokter ada perjanjian mereka tak bisa pindah," kata H Ridho Yahya didampingi Wakil Walikota Prabumulih, H Andriansyah Fikri ketika diwawancarai wartawan usai menghadiri rapat paripurna DPRD Prabumulih, Rabu (19/9/2018).

Baca: Usai Fadli Sindir Gagal, Kini Elit Demokrat Zara Zettira Menyindir, Takan Terulang Kedua Kali

Baca: Aksi Perampokan Rumah Warga Prabumulih Tepergok Tuan Rumah, Aprio Nyaris Jadi Korban Amuk Massa

Suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu mengatakan, pihaknya akan menuntut para dokter tersebut untuk mengembalikan seluruh biaya yang telah dikeluarkan pemerintah untuk menyelesaikan program spesialis yang selama ini diterima para dokter.

"Mereka itu disekolahkan menggunakan uang masyarakat kota Prabumulih dan dalam perjanjian selama lima tahun mengabdi di Pemkot Prabumulih, kalau tidak maka siap mengembalikan uang makanya kita akan laporkan ke polisi dan tuntut mereka," ungkapnya.

Ridho menjelaskan, langkah itu akan diambil agar terlaksananya program pelayanan kesehatan bagi masyarakat dari rumah ke rumah yang akan menjadi program prioritas di periode kedua Ridho-Fikri.

Baca: Sulit Akses Link sscn.bkn.go.id CPNS 2018? Coba Hapus History dan Chache di Firefox, Ini Caranya

Baca: Anggota DPRD Muratara Ini Inginnya Syarat Calon Peserta CPNS ber-KTP Muratara, Ini Tanggapan Pemda

"Nantinya pelayanan kesehatan kita dari rumah ke rumah, masyarakat cukup menelpon call center nanti dokter yang datang memberikan pelayanan kesehatan ke rumah warga," jelasnya.

Lebih lanjut walikota dua periode ini menerangkan, untuk mensukseskan program dokter ke rumah dengan keberadaan dokter yang kurang saat ini pihaknya akan merekrut dokter baru untuk menjadi PHL di lingkungan pemerintah kota Prabumulih.

"Kita akan tambah dan terima dokter nanti akan ditugaskan melayani masyarakat ke rumah-rumah sehingga masyarakat mudah mendapatkan pelayanan kesehatan," terangnya.

Baca: Buronan Pengeroyok Polisi Hingga Menewaskan Seorang Warga Ogan Ilir Akhirnya Menyerahkan Diri

Baca: iPhone Seken Paling Laris di Palembang Square, Ini Alasan Pembeli Suka Merek Ini

Seperti diberitakan sebelumnya, pasca pilkada dan pelantikan walikota atau peralihan dari Penjabat (PJ) ke walikota defenitif puluhan pegawai pemkot Prabumulih yang diduga berpolitik praktis mengajukan pindah ke daerah lain.

Dari data Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkot Prabumulih sebanyak 70 orang pegawai yang diantaranya banyak pejabat mengusulkan pindah dan beberapa diantaranya merupakan dokter yang masih terikat perjanjian dengan Pemkot Prabumulih.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved