Diperiksa Penyidik KPK Terkait Suap Proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham Masih Bisa Tertawa

Diperiksa Penyidik KPK Terkait Suap Proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham Masih Bisa Tertawa

Diperiksa Penyidik KPK Terkait Suap Proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham Masih Bisa Tertawa
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, usai diperiksa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Diperiksa Penyidik KPK Terkait Suap Proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham Masih Bisa Tertawa

Mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, baru 19 hari ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Tak seperti kebanyakan tersangka baru di KPK, Idrus tidak pernah menghindar dari awak media yang memberondongnya dengan sejumlah pertanyaan.

"Ada baiknya kalau teman-teman tanya Pak Kotjo, tanya Ibu Eni apakah ada uang dikasih ke saya atau tidak. Kan itu gampang saja. Kalau saya mengatakan ada atau tidak itu nanti jawabannya agak bias," ucap Idrus usai diperiksa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2018).

Dengan wajah berseri-seri, Idrus selalu mau meladeni setiap pertanyaan yang dilontarkan para jurnalis.

"Pada waktu itu saya mengimbau, teman-teman yang terkait dengan tersangka. Ya mbok kalau kita cinta pada Golkar, nggak usah bawa Golkar atau bawa kader Golkar yang tidak terkait dengan kasus. Kalau sudah berikan uang, ya uang itu dikembalikan, daripada tidak ada kaitan orang yang ambil uang itu tidak pernah tanya dari mana uangnya. Kan gitu," katanya.

Ketika ditanya apakah ada keterlibatan pelaku lain dalam kasus yang menyeretnya tersebut, Idrus hanya menjawab sembari berkelakar.

"Tanya mereka dong. Memang saya juru bicara mereka. Udah ya ha ha ha, ya Allah hul adzim," ucapnya sebelum menaiki mobil tahanan KPK.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan tiga orang tersangka, yakni Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih; pemilik Blackgold Natural Insurance Limited, Johannes Budisutrino Kotjo; dan mantan Sekjen Golkar, Idrus Marham.

Halaman
12
Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved