Berita Banyuasin

40 Persen Padi Petani di Rantau Bayur Banyuasin Kosong, Imbas Kemarau Panjang

Petani di Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin saat ini musim panen. Sayangkan banyak padi petani tidak berisi (Ampe) imbas Musim

Tribunsumsel.com/Defri Irawan
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Petani di Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin saat ini musim panen.

Sayangkan banyak padi petani tidak berisi (Ampe) imbas Musim kemarau panjang beberapa bulan terakhir.

Diungkapkan , Uti (40) petani di Kecamatan Rantau Bayur, satu hektar lahan sawah miliknya cuma 60 persen yang berisi dan berhasil dipanen. Sisanya banyak padi tidak berisi (Ampe).

Hal ini lanjut dia karena musim kemarau yang berkepanjangan dan membuang padi tidak berisi.

Hujan hanya turun sesekali saja dan musim panas kembali lagi.

"Sekarang sawah saya sudah panen , banyak padi tidak berisi, sekitar 40 persen padi saya tidak berisi karena cuaca panas sekarang," ujarnya pada Tribun Sumsel.

Menambahkan, Budi (38) Ketua RT 8 Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur, musim kemarau yang cukup panjang sekarang petani hanya berharap hujan turun.

Apalagi petani terancam merugi.

Ada ratusan hektar sawah di Kecamatan Rantau Bayur panen, namun ada juga petani yang lambat panen.

Petani yang panen cukup kaget karena padi tidak berisi beras.

"Kami sudah pompa sawah menggunakan air sungai . Tetapi padi kami tetap tidak berisi mungkin sudah terlalu lama musim panas," jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Camat Rantau Bayur Saiful Anwar membenarkan jika petani di Rantau Bayur banyak yang mengeluh lantaran sawah mereka kekeringan.

Kata dia, jika tidak mendapat hujan dalam seminggu ini besar kemingkinan bakal gagal panen.

"Rata rata sawah di Rantau Bayur ini adalah sawah tadah hujan."

"Kemungkinan ada petani yang panen tapi tidak memuaskan, bagian daratan yang kering bakal gagal, sementara daerah yang masih ada air kemungkinan kecil bisa panen," ujarnya.

Dijelaskannya, sebagian petani sudah ada alternatif menggunakan mesin pompa untuk mengairi sawah mereka.

Namun hal itu menambah ongkos, sebab harga bensin mahal.

"Palingan 5 persen terbantu dengan pompa. Itupun biaya ongkosnya mahal."

"Untuk sekarang semua sawah di Kecamatan Rantau Bayur sudah mengering, kita harap ada kemukjizatan dalam beberapa hari ini dapat hujan," harapnya. (Def)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved