Breaking News:

Berita Palembang

Mengapa Masuk SMK? Bagaimana Peluang Kerja Tamatan SMK? Ini Penjelasan Ketua Dewan Pendidikan Sumsel

Ia mengatakan peranan benar dari orang tua dan guru Bimbingan Konseling sangat diperlukan dalam memilih kejuruan yang tepat bagi anak akan masuk SMK.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
Suasana praktik kelas tata boga di SMK di Kota Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah sekolah menengah yang memfokuskan keterampilan didalam sistem pembelajarannya.

Dapat dikatakan SMK lebih mengedepankan praktik dibandingkan teori. Hal ini menjadi salah satu kelebihan SMK dibandingkan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sebagian orang berpendapat melalui SMK akan lebih mudah masuk kerja, karena bekal praktek yang didapat lebih banyak dibanding anak SMA.

Baca: Sebut Dirinya Mirip Lisa Blackpink di Video Ini, Lucinta Luna Dihujat Para Penggemar K-pop

Baca: Bersahabat Lama Musuhan di Pilpres, Sandi: Bukan tentang Sandi dan Erick, ini Tentang Indonesia

Namun ada pula yang menganggap batas ruang lingkup SMK terbatas dikarenakan hanya memfokuskan pada satu bidang saja.

Selain dari dunia kerja, pro kontra lain mengenai SMK adalah mengenai tepat atau tidaknya siswa dalam memilih jurusan. Mengingat ketika masuk SMK, anak yang baru lulus SMP rata-rata belum tahu arah bakat serta minatnya.

Sering kali faktor dorongan orang tua atau hanya sekedar ikut-ikutan teman, menjadi dasar anak dalam menentukan kejuruan.
Sehingga sering terdengar ditelinga kita banyak diantara mereka yang merasa salah dalam mengambil Jurusan.

Hal ini mendapat tanggapan dari Pengamat Pendidikan sekaligus Ketua Dewan Pendidikan Sumsel Prof Dr Zulkifli Dahlan DEA.

Baca: Bocah 5 Tahun di OKU Selatan Bersisik Sejak Lahir, Tiap 3 Bulan Sisik Itu Berganti

Baca: Jadwal LRT Palembang Terbaru, Stasiun Asrama Haji Operasional, Catat Agar tak Telat

Ia mengatakan peranan yang benar dari orang tua dan guru BK (Bimbingan Konseling) sangat diperlukan dalam memilih kejuruan yang tepat bagi anak yang akan masuk SMK.

"Peranan guru BK disini sangat jelas, karena mereka bisa dikatakan tahu tentang bakat dan kemampuan anak, untuk itu orang tua perlu berkonsultasi supaya dapat membantu mengarahkan jurusan mana yang tepat kalau ingin memasukan anaknya ke SMK," jelasnya pada Tribun, Jumat (7/9/2018)

Zulkifli menambahkan dalam menentukan jurusan tidak hanya cukup mengandalkan minat namun juga harus disertai dengan kemampuan.

Baca: Sempat Selisih Paham, Dua Petani di Ogan Ilir Terlibat Duel Maut, 1 Tewas

Baca: Membelot ! Ini Deretan Elite Partai Demokrat yang Terang-terangan Dukung Jokowi-KH Maruf Amin

"Setiap anak pastinya memiliki bakat dan minatnya sendiri yang terlihat dari prestasi hingga nilai rapot dan itu bisa menjadi salah satu rujukan sebelum menentukan jurusan yang akan dipilih," katanya.

Ia menyarankan, sebaiknya orang tua hanya mengarahkan bukan memaksakan anak dalam mengambil keputusan.

"Kalau anaknya ingin masuk ke SMK, sebaiknya arahkan anak ke bakat dan minatnya, tapi kalau dia ingin masuk ke SMA jangan dipaksakan, karena kalau dipaksa takutnya kedepan mereka akan merasa terbebani dan itu akan berpengaruh ke nilai mereka," ujarnya.

Selain itu menurut Zulkifli, adanya siswa yang merasa salah dalam mengambil jurusan karena faktor kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak.

Baca: Belanja Perabotan Rumah di Ace Hardware Gramedia World Diskon Hingga 70 Persen

Baca: Tak Lagi Main Sinetron, Bobby Joseph Banting Setir Jadi Pengusaha Travel dan Makanan

"Kalau bisa pindah jurusan ya akan lebih bagus, tapi kalau tidak peranan orang tua untuk mengarahkan minat dari anaknya itu sangat diperlukan, berikan pada mereka pemahaman sebaik mungkin dan ingat minat itu bisa diarahkan," ungkapnya.

Terkait perdebatan cepat atau lambatnya lulusan SMK diterima ke dunia kerja, Zulkifli memberikan pendapatnya.

Ia mengembalikan semua hal itu ke individu anak masing-masing. Menurutnya di SMK memang berbagai praktik kesiapan menempuh dunia kerja akan banyak diterima.

Namun hal itu akan percuma jika tanpa disertai dengan usaha yang cukup.

Baca: Ahok Akan Nikahi Bripda PND Pasca Bebas Penjara, Ini Komentar Putra Sulungnya,Ternyata

Baca: 7 Artis Indonesia Paling Terkaya di Tahun 2018, Nomor 4 Cantik dan Muda Punya Uang 25.7 Miliar

"Kalau anaknya malas belajar ketika masih sekolah dan tidak gigih berusaha mencari kerja saat sudah lulus, ya semuanya akan percuma, karena kan saat ini persaingan dunia kerja sudah ketat" ungkapnya.

Menurutnya, SMK dapat menjadi jalan keluar alternatif bagi anak yang sudah tahu bakatnya namun tidak memiliki biaya untuk meneruskan pendidikan ke bangku kuliah.

"Misalnya anak itu sudah tahu punya bakat di perhotelan, bisa dari bahasa Inggris atau komunikasinya yang baik, namun karena perekonomian yang tidak mendukungnya menempuh pendidikan lebih, SMK adalah jalan yang tepat dalam menyalurkan kelebihannya itu, siapa tahu nanti ketika sudah bekerja, dia akan dapat melanjutkan pendidikan dengan biayanya sendiri," tutupnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved